Bukan hanya tempat ibadah, masjid ini tapi juga pusat dakwah di Desa Cikakak.
Tahun pembuatan masjd tertulis pada penopang bangunan dan ditulis dengan huruf Arab 8821.
Ada dua versi soal tahun pendiriannya.
Bila dikalkulasikan ke perhitungan tahun masehi, tahun tersebut sama dengan tahun 1294.
Versi lain mengatakan, penulisan dibaca kanan ke kiri hingga artinya tahun 1288.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat-tempat Wisata Menarik di Pekuncen, Banyumas
Satu tiang penyanggah
Satu kekhasan Masjid Saka Tunggal, satu tiang penyangga punya empat cabang pada bagian ujungnya.
Ini berbeda dengan masjid yang umumnya disangga empat tiang. Dari sini juga sebutan saka tunggal.
Dalam bahasa Jawa saka artinya tiang dan tunggal artinya satu.
Baca Juga: Bukan Swiss tapi Banyumas, Inilah Pesona Menggala Ranch dengan View Menakjubkan
Secara filosofi, saka tunggal juga berarti manusia harus hidup secara lurus atau menjadi orang yang baik dan benar.
Tiang penyangga ini juga menjadi simbol papat kiblat lima pacer.
Artinya manusia sebagai pancer atau pusat yang dikelilingi empat unsur kehidupan; air, api, angin, dan bumi.
Baca Juga: Curug Pete, Air Terjun di Baturraden yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Wisata ke Banyumas