ragam

Wisata Religi ke Masjid Saka Tunggal, Banyumas, Masjid Tertua di Indonesia dengan Satu Tiang Penyanggang

Rabu, 5 Maret 2025 | 15:30 WIB
Bukan nama aslinya, Masjid Saka Tunggal lebih dulu bernama Masjid Jami' Baitussalam. (Wikipedia/Crisco 1492)

Keunikan lainnya, Masjid Saka Tunggal dikelilingi banyak monyet berekor panjang.

Konon sejak didirikannya masjid, gerombolan monyet tersebut memang sudah ada.

Hewan ini dulunya tinggal di hutan di dekat masjid dan termasuk kelompok monyet jinak.

Baca Juga: Wisata ke Curug Lima, Air Terjun di Banyumas yang Punya Pesona Mengagumkan

Satu keunikan lain Masjid Saka Tunggal, masjid ini dikelilingi banyak monyet berekor panjang. (jatengprov.go.id)

Ritual jaro rajapine
Masyarakat Desa Cikakak memiliki ritual jaro Rajapine.

Yakni, ritual mengganti pagar bambu yang mengelilingi Masjid Saka Tunggal.

Saat melakukannya ada beberapa aturan yang wajib dipenuhi.

Baca Juga: Pesona Curug Nangga, Air Terjun 7 Tingkat di Banyumas yang Keindahannya Tersembunyi di Balik Perbukitan

Seperti tidak boleh berbicara dengan suara keras dan tidak boleh menggunakan alas kaki.

Saat proses penggantian pagar yang terdengar hanya pagar bambu yang dipukul saja.

Ritual memiliki makna memupuk semangat gotong royong.

Baca Juga: Destinasi Liburan Keluarga di Banyumas, Taman Watu Blencong Sediakan Wisata Kolam Renang dan Camping di Tengah Pesona Alam

Dipercaya ritual ini juga bisa menghilangkan sifat jahat manusia.

Penggantian pagar bambu hanya boleh dilakukan pria.

Halaman:

Tags

Terkini