ragam

4 Tradisi Syawalan yang Setiap Tahunnya Masih Dilaksanakan di Pulau Jawa

Senin, 7 April 2025 | 07:00 WIB
Grebeg Syawal Yogyakarta, Tradisi Rebutan Gunungan Penuh Berkah

Kabar BUMN - Di antara beragam adat dan tradisi masyarakat Jawa, syawalan salah satu yang terus dipertahankan.

Tradisi syawalan digelar untuk menyambut bulan Syawal dalam kalender Islam dan kalender Jawa.

Tanggal syawalan bervariasi, rata-rata sebelum tanggal 8 Syawal atau 8 hari setelah perayaan Lebaran.

Baca Juga: Fakta Unik Tradisi Sungkem Masyarakat Indonesia di Hari Raya Idul Fitri

Tujuannya sebagai ucapan syukur karena telah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dan juga momentum untuk mempererat tali silahturahmi.

Tradisi Syawalan yang paling terkenal adalah Grebek Syawal.

Selain itu setiap daerah di Jawa punya tradisi syawal lainnya.

Baca Juga: Fakta Menarik Ketupat yang Selalu Terhidang di Hari Raya Idul Fitri, Arti dan Maknanya Ternyata Mendalam

1. Grebeg Syawal
Grebeg Syawal merupakan tradisi tahunan yang dilakukan Keraton Yogyakarta dan Keraton Solo.

Tradisi ini berlangsung pada tanggal 1 Syawal.

Nama grebeg diambil dari kata gembrebeg yang artinya sergap atau kegaduhan.

Tujuan kegiatan untuk mendapatkan berkah dan keselamatan.

Baca Juga: Warna-warni Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia, Dari Grebeg Syawal hingga Tumbilotohe

Dalam perayaan, hasil bumi dan makanan dipasang di gunungan atau tandu berbentuk gunung.

Setelah didoakan, gunungan diarak keliling kota.

Halaman:

Tags

Terkini