Kabar BUMN - Di tengah gempuran modernitas, Kampung Adat Cireunde masih mempertahankan gaya hidup dan tradisi lama.
Keunikan Kampung Adat Cireunde yang kemudian membuat orang tertarik untuk berkunjung.
Masuk ke Kampung Adat Cireunde suasananya sangat berbeda, seperti masuk ke dalam mesin waktu.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Cimahi, Jaraknya Rata-rata Hanya Satu Jam Dari Bandung
Sudah berdiri sejak abad ke-16
Kampung Adat Cireundeu berlokasi di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Jawa Barat.
Nama Ciereunde diambil dari nama pohon reunde yang banyak tumbuh di kampung tersebut.
Pohon reundeu ini dipercaya sebagai obat herbal yang punya banyak berkhasiat.
Diperkirakan kampung ini sudah sejak abad ke-16. Paling tidak umurnya sudah mencapai 500 tahun.
Kampung ini memiliki luas sekitar 64 hektare dengan pembagian 4 hektare untuk perumahan, sisanya lahan pertanian.
Jumlah penduduk di sini sangat sedikit, hanya terdiri atas 65 kepala keluarga.
Sebagian besar penduduknya hidup dari bertani dengan singkong sebagai tanaman utamanya.
Baca Juga: Taman Kupu-kupu Cihanjuang, Bandung, Anak dan Orang Tua Bisa Belajar di Tempat Wisata yang Sejuk Ini
Penduduk di Kampung Adat Cireundeu tidak mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok.