Mereka menggunakan rasi, singkatan beras singkong, atau nasi dari singkong.
Tradisi ini sudah ada sejak zaman Belanda, sekitar tahun 1918, dan masih terus dipertahankan hingga sekarang.
Baca Juga: Cimahi Punya Wisata Alam Memukau, Ini 5 Rekomendasinya
Mempertahankan agama asli
Wisata ke Kampung Adat Cireundeu seperti masuk pada kehidupan masyarakat Sunda zaman dulu.
Penduduk yang sudah berumur, kebanyakan mengenakan pakaian adat Sunda berwarna hitam.
Para pria menggunakan iket Sunda di kepalanya.
Untuk berkomunikasi sehari-hari warga menggunakan bahasa Sunda, meskipun mengerti bahasa Indonesia.
Anak-anak di Kampung Adat Cireunde pun di sekolah menggunakan bahasa pengantar, Bahasa Sunda.
Tidak hanya itu, masyarakat di Kampung Adat Cireundeu masih mempertahankan tradisi lama.
Begitu pula dengan agama asli, Sunda Wiwitan, masih mereka jalani.
Prinsip hidupnya adalah Ngindung ka wakut, mibapa ka jaman.
Baca Juga: Masuk Wahoo Waterworld dengan Harga Spesial, Hanya Rp85 Ribu untuk Warga Bandung Raya dan Cimahi!
Artinya warga kampung adat memiliki cara dan ciri masing-masing.