Sedikit banyak tradisi dan gaya hidup masyarakat di sini mirip dengan masyarakat Badui.
Mereka tidak menggunakan produk sintetis seperti pupuk, plastik dan sabun dari bahan kimia.
Bedanya, mereka cukup terbuka dengan modernitas dengan menerima penggunaan listrik dan gawai.
Baca Juga: Wisata Curug di Sekitar Bandung, Sama Menakjubkannya dengan Tempat Wisata Baru dan Kekinian
Menikmati rumah tradisional
Seluruh bangunan di perkampungan ini masih mempertahankan bangunan tradisional dari bambu dan kayu.
Selain rumah penduduk, Kampung Adat Cireundeu dilengkapi bale sarasehan dan saung baraya.
Kedua bangunan tersebut digunakan sebagai tempat berkumpul warga.
Mulai dari kegiatan belajar mengajar, berlatih aksara Sunda, sampai bermain angklung untuk menyambut pengunjung.
Selain itu ada bangunan khusus yang disediakan sebagai rumah produksi dan tempat oleh-oleh.
Kedua bangunan didirikan setelah Kampung Adat Cireunde ditetapkan sebagai kampung adat wisata.
Pengunjung bisa membeli aneka olahan singkong, mulai dari rasi, simping, opak, dan eggroll.***