ragam

Faktor Keterbatasan Bahan Baku, Kuliner Betawi Ini Sekarang Semakin Langka

Minggu, 15 Juni 2025 | 08:30 WIB
Sayur besan dengan bahan utama terubuk (jenis tebu telur) yang sekarang agak sulit didapatkan. (shopee.co.id via daaitv.co.id)

Kabar BUMN - Kuliner Betawi sejatinya sangat beragam, sayangnya beberapa sudah langka.

Ini karena bahan baku kuliner Betawi tersebut yang sekarang sudah sulit ditemukan.

Alasan lain, proses pembuatan yang rumit, dan orang yang mampu membuatnya semakin berkurang.

Untungnya, kuliner ini masih tetap bisa ditemui, terutama di momen tertentu atau di rumah makan Betawi.

Baca Juga: 4 Camilan Betawi yang Masih Mudah Ditemukan di Penjual Kaki Lima

1. Sayur besan
Sayur besan berbahan utama terubuk (jenis tebu telur) yang sekarang agak sulit didapatkan.

Dinamakan sayur besan karena biasa dihidangkan di prosesi ngenjot, salah satu bagian upacara pernikahan Betawi.

Dalam prosesi ini mempelai laki-laki membawa sejumlah barang dan makanan, salah satunya sayur besan.

Selain terubuk, isi lainnya kentang, soun, petai, dan ebi. Kuahnya santan dan sedikit mirip laksa Betawi.

Baca Juga: 5 Kuliner Indonesia yang Masuk dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda

Warna gelap di gabus pucung berasal dari kluwek, atau pucung dalam bahasa Betawi. (senibudayabetawi.com)

2. Gabus pucung
Sulit ditemukan, hanya beberapa rumah makan khas Betawi yang masih menyediakan menu gabus pucung.

Sepintas gabus pucung tampak seperti rawon karena sama-sama dimasak dari kluwek (pucung).

Tidak semua orang bisa memasaknya, karena kalau salah memilih kluwek, rasanya bisa jadi pahit.

Kalau dulu gabus mudah ditemukan di sungai dan rawa, sekarang ikan gabus terbilang langka dan sedikit mahal.

Baca Juga: Ncang, Ncing, Ini 4 Warung Makan di Jakarta untuk yang Mencari Kuliner Khas Betawi yang Masih Otentik dan Melegenda

Halaman:

Tags

Terkini