Setelah pertambangan tidak lagi menghasilkan, para pekerja ini mencari profesi lain.
Kebanyakan ahli membuat keramik, sehingga dari sinilah produksi keramik dihasilkan.
Baca Juga: Ragam Olahan Mie dari Kalimantan, Paling Terkenal Bakmi Singkawang, Paling Unik Bakmi Bancir
Awalnya hanya memproduksi kecil-kecilan kemudian menjadi besar.
Pada masa itu pesanan banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan vihara.
Industri ni berkembang pesat sekitar 1895 dan tercatat sebagai pabrik keramik pertama di Kalimantan Barat.
Menggunakan kaolin
Keramik Singkawang selalu menggunakan kaolin, jenis tanah liat putih, sebagai bahan baku.
Kaolin merupakan tanah liat khas keramik dari Tiongkok.
Kaolin dipotong-potong kecil. Setelah itu dicampur tanah liat air agar mudah dibentuk.
Setelah dibentuk, diukir, dibakar, diglasir, terakhir dibakar lagi dengan kayu karet.
Baca Juga: Dijuluki Kota Seribu Klenteng, Ini Destinasi Wisata yang Cocok untuk Imlek di Singkawang
Pembakaran keramik di Desa Sakok masih menggunakan tungku tradisional bernama tungku naga.
Bentuknya seperti naga yang sedang berbaring dan mengeluarkan asap panas.