ragam

Kuliner Raja Ampat, Bahan Bakunya Tampak Ekstrem, Rasanya Lezat, dan Sehat

Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:00 WIB
Cacing laut yang sudah dikeringkan. Masyarakat Raja Ampat menyajikan cacing laut dengan cara digoreng, dibumbui balado atau dijadikan sate. (Tokopedia/NurhsnhShopp)

Kabar BUMN - Selain pemandangan alam, Raja Ampat punya kuliner yang lezat sehingga perlu diburu juga.

Kuliner Raja Ampat merupakan kuliner khas Papua Barat.

Bagi orang awan, bahan baku kuliner Raja Ampat ini mungkin tampak ekstrem seperti ulat atau cacing.

Tetapi rasanya lezat dan memiliki nilai gizi yang tinggi.

Baca Juga: Jelajah Kota Tua Jeonju, Sepotong Gambar Korea Selatan di Masa Lalu

1. Sate ulat sagu
Pohon sagu tumbuh subur di Papua Barat. Di dalam batang pohon sagu yang membusuk biasanya tumbuh ulat sagu.

Serangga ini sering dikonsumsi masyarakat Papua Barat, terutama Suku Asmat dan Suku Kamoro.

Ulat sagu diolah menjadi sate ulat sagu. Rasanya manis dan asam.

Ulat dipercaya memiliki kandungan protein, kalsium, zat besi, fosfor, asam lemak, lipid dan karbohidrat.

Baca Juga: Dalami Keindahan Panorama Desa Senaru, Desa di Kaki Gunung Rinjani dengan Rumah Adat Tertua di Lombok

Masakan khas Papua, papeda dengan ikan kuah kuning. (indonesiakaya.com)

2. Papeda
Papeda atau sagu merupakan makanan pohon masyarakat Papua, termasuk juga Papua Barat.

Sagu yang sudah matang biasanya dimakan dengan ikan kuah kuning. Teksturnya lengket dan licin.

Ketika ditambah dengan kuah ikan terasa sangat gurih dan lezat.

Halaman:

Tags

Terkini