Salah satu yang menarik adalah manuskrip tulisan Jawa karya Tjan Tjoen Hiang dari Surakarta tahun 1891.
Manuskrip ini menulis ulang cerita roman klasik karya Sie Djin Kwie.
Ada pula foto-foto tua dan akta kelahiran warga keturunan Tionghoa pada tahun 1940.
Museum Pustaka Peranakan Tionghoa berlokasi di Ruko Golden Road BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Puasa, Simak Panduan Minum di Bulan Ramadan Agar Tubuh Tidak Lemas
Museum Sejarah Etnis Tionghoa
Museum yang berada di Bandung ini tidak besar tapi komplit.
Museum Sejarah Etnis Tionghoa memajang fakta sejarah etnis Tionghoa di Indonesia.
Mulai dari kedatangan Laksamana Cheng Ho sampai era kemerdekaan Indonsia.
Baca Juga: Hindari Kesialan! 10 Pantangan Imlek yang Bisa Mempengaruhi Keberuntungan Sepanjang Tahun
Pengujung bisa mengetahui istilah-istilah dalam kebudayaan Tiongkok.
Ada juga galeri yang memuat nama orang Tionghoa yang berperan besar dalam terbentuknya Republik Indonesia.
Museum Etnis Tionghoa berlokasi di Graha Surya Priangan lantai 2, jalan Nana Rohana no 37, Bandung.***