ragam

Ragam Nasi Goreng Khas Nusantara dengan Bahan yang Tidak Umum

Senin, 23 Februari 2026 | 08:30 WIB
Berbeda dengan nasi goreng yang kebanyakan warna cokelat, nasi goreng Makassar berwarna merah. (kompasiana.com/Akmal Abudiman Maulana)

Kabar BUMN - Kalau di sebagian daerah, nasi goreng identik dengan kecap manis, telur, dan kerupuk, tidak begitu di daerah lainnya.

Keragaman nasi goreng ini mungkin terjadi karena dipengaruhi akulturasi budaya dan kekayaan bahan baku lokal.

Beberapa daerah di Indonesia memodifikasinya dengan menambahkan bumbu atau bahan yang khas.

Baca Juga: Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum dengan Sengaja

Nasi goreng babat
Nasi goreng dari Semarang ini mudah ditemukan di kaki lima, terutama di kawasan Simpang Lima.

Nasi goreng ini pertama kali dijual di 1960-an. Penjual pertamanya pedagang nasi goreng di Simpang Lima.

Meskipun babat terkenal dagingnya alot tapi babat untuk nasi goreng ini sangat empuk dan lezat.

Baca Juga: Libur Ramadan 2026 di Jakarta? Cek Info Terbaru Dufan Mulai Jam Buka hingga Harga Tiketnya

Rahasianya di proses pembuatan babat.

Saat merebus, daging babat dicampur dengan rempah-rempah seperti daun salam, serai, lengkuas dan garam.

Ini yang membuat dagingnya tidak bau dan sangat empuk.

Nasi goreng babat dihidangkan dengan tambahan telur dadar, kerupuk, tomat dan mentimun.

Baca Juga: Kota Tua Jakarta Tetap Bisa Dikunjungi Saat Ramadan, Simak Jadwal Terbarunya

Nasi goreng padang
Populer dengan gudang masakan berempah, begitu pula dengan nasi goreng khas Padang.

Halaman:

Tags

Terkini