ragam

Ragam Makanan Probiotik Tradisional Indonesia, Tidak Kalah dari Yoghurt dan Kimchi

Senin, 30 Maret 2026 | 08:30 WIB
Tempe termasuk makanan probiotik yang juga kaya akan protein nabati. (Pixabay)

Peuyeum bisa dinikmati begitu saja atau digoreng dan dibakar menjadi kudapan lezat.

Baca Juga: Terbang Pakai Garuda, Lanjut Seru-seruan di Trans Studio dan Snow World dengan Diskon Menarik

Tempoyak
Menu yang sangat populer di Sumatra ini berupa daging duren yang beri gula, garam, dan kunyit.

Ketiga bumbu tersebut berfungsi sebagai bahan fermentasi.

Adonan kemudian disimpan di wadah sekitar 3-7 hari hingga teksturnya menjadi lembek dan hancur.

Aromatnya tajam, rasanya lezat. Tempoyak sering ditambahkan sebagai bumbu masakan atau sambal.

Baca Juga: Filosofi Ketupat, Tradisi Lebaran yang Penuh Makna dan Simbol Kebersamaan

Mandai terbuat dari kulit dalam buah cempedak. Makanan probiotik ini sulit ditemukan di luar Kalimantan. (Wikipedia/Ezagren)

Mandai
Makanan fermentasi khas Kalimantan ini sulit ditemukan di daerah lain.

Mandai terbuat dari kulit dalam buah cempedak. Kulit itu dikupas dan dibersihkan.

Lalu ditaruh ke larutan garam selama beberapa hari, yang mengubahnya menjadi makanan probiotik.

Mandai dinikmati dengan cara digoreng, ditumis, atau dijadikan sambal goreng. Rasanya asam dan gurih.

Baca Juga: Goa Kotak di Lombok Barat, Destinasi Sunyi dengan Panorama Laut dari Dalam Goa

Tapai ketan
Berasal dari Kuningan, Jawa Barat, tapai ketan mudah ditemukan di Bandung dan wilayah Jabodetabek.

Ini terbuat dari beras ketan, baik hitam atau putih, yang diberi ragi yang mengandung bakteri sehat.

Ketan yang sudah matang dibungkus daun pisang atau daun jambu air.

Halaman:

Tags

Terkini