Sup galantin, yang diambil dari kata galantine, mendapat pengaruh kuat dari kuliner Prancis.
Galantine merupakan teknik mengolah daging yang dibuat menjadi pate.
Galantin dibuat dari daging ayam dicincang dicampurkan roti tawar dan bumbu rempah.
Baca Juga: Malang Skyland 2026: Spot Foto Estetik, Wahana Seru, dan Harga Tiket Terbaru
Adonan kemudian digulung seperti lontong dan direbus. Setelah matang galantin dipotong-potong.
Untuk kuahnya menggunakan kaldu ayam yang diberi sayuran, seperti wortel, buncis, dan kentang.
Galantin juga bisa dihidangkan dengan disiram saus gravy dilengkapi rebusan wortel, buncis, telur, dan selada.
Baca Juga: Ada di Banten, Pantai Pandan Carita Tawarkan Suasana Wisata Ala Bali
Tengkleng
Kuliner yang muncul pada masa penjajahan Jepang ini awalnya kuliner ndeso atau rakyat miskin.
Bahan dasarnya tulang belulang dan jeroan kambing yang dulu mudah didapatkan masyarakat miskin.
Tulang yang masih ada sedikit daging dan jeroan kambing diolah menjadi sup dengan bumbu rempah.
Baca Juga: Enak dan Menyehatkan, Ini Manfaat Makan Cokelat bagi Tubuhmu
Yaitu jahe, kunyit, serai, daun jeruk, lengkuas, kayu manis, daun salam, cengkeh, bawang putih, bawang merah, kemiri, dan pala.
Ditambahkan santan dan kecap sehingga rasanya gurih dan hangat.
Dinamakan tengkleng karena saat sup dituangkan ke piring kaleng, terdengar bunyi kleng, kleng, kleng.
Baca Juga: Waspada Heat Stroke Saat Ibadah Haji, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Terlambat