Kabar BUMN - Di sudut pekarangan rumah warga, aroma rimpang jahe yang baru dipangkas menguar di udara pagi yang lembap.
Bagi sebagian orang, itu sekadar bau bumbu dapur.
Namun bagi Murni (37), Ketua Kelompok PKK setempat, aroma tersebut adalah simbol kemandirian.
Baca Juga: Deretan Bandara Indonesia Ini Bikin Bangga, 10 Bandara InJourney Sabet 32 Penghargaan Internasional
Baginya, tanaman liar yang kerap dipandang sebelah mata justru menjadi penjaga nyawa manusia.
Tepat hari ini, dunia memperingati Hari Kehidupan Liar Sedunia (World Wildlife Day) dengan tema "Tanaman Obat dan Aromatik: Melestarikan Kesehatan, Warisan, dan Mata Pencaharian".
Tema tersebut seolah menggambarkan secara nyata perjuangan Murni bersama para ibu dalam Program Puteri Proklim Melayu Lestari.
Baca Juga: BRI Perkuat Program Gentengisasi, Siap Biayai UMKM dan Developer Lewat KUR Perumahan
Bagi masyarakat Melayu di Bengkalis, jahe merah, kunyit, dan berbagai rimpang lainnya merupakan tabungan kesehatan yang diwariskan turun-temurun.
Jahe dikenal membantu menghangatkan tubuh, meredakan gejala flu ringan, serta menjaga daya tahan di tengah cuaca tak menentu.
Sementara kunyit kerap dimanfaatkan sebagai ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan pencernaan dan kebugaran tubuh.
Baca Juga: Catat! Jadwal Resmi Libur Lebaran 2026 dan Nyepi: Potensi Libur Panjang Hampir Sepekan
Namun arus modernisasi perlahan menggerus pengetahuan tradisional tersebut.
Ketergantungan pada produk instan dan obat kimia membuat warisan leluhur itu kian terlupakan.
Artikel Terkait
Inovasi Teknologi PHR Dinilai Strategis Jaga Ketahanan Energi Nasional
Dari Krisis ke Presisi: Strategi PHR Menjaga Energi dan Produksi di Blok Rokan
Dari Produksi ke Pemulihan: Komitmen PHR Mengelola Lingkungan di WK Rokan
PHR Zona 1 Borong Lima Penghargaan di PRIA Awards 2026 Berkat Strategi Komunikasi Terintegrasi
Empat Inovasi PHR Borong Apresiasi di RKMP 2026, Perkuat Ketahanan Energi Nasional