Dari Lahan Mati Jadi Apotek Hidup: Kiprah Murni dan Ibu-Ibu Bengkalis Jaga Warisan Tanaman Obat

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 3 Maret 2026 | 10:45 WIB
Murni (36), Ketua Kelompok Dasawisma Bumi Hijau RW 29 (kiri), menunjukkan hasil panen di kebun ketahanan pangan dan TOGA (Jahe Merah, Jahe Putih, Kunyit, dan Terong) yang dikelola. (Dok. PHR)
Murni (36), Ketua Kelompok Dasawisma Bumi Hijau RW 29 (kiri), menunjukkan hasil panen di kebun ketahanan pangan dan TOGA (Jahe Merah, Jahe Putih, Kunyit, dan Terong) yang dikelola. (Dok. PHR)

Peringatan World Wildlife Day juga mengingatkan bahwa satu dari empat obat modern berasal dari flora liar.

Baca Juga: Mudik Naik Kereta Makin Hemat, KAI Beri Diskon 30 Persen Tiket Ekonomi untuk Lebaran 2026

Melalui inisiatif menanam kembali Jahe Putih, Jahe Merah, hingga Ompu Kunyit di lahan Fasilitas Umum (Fasum), Murni dan kelompoknya sesungguhnya tengah melakukan aksi konservasi dalam skala mikro.

Mereka tidak hanya menjaga ekosistem tanaman aromatik, tetapi juga menyambung rantai pengetahuan tradisional agar tidak terputus di generasi mereka.

Perjalanan itu bermula dari keresahan. Lahan kosong di RW 29 Bumi Hijau, Kelurahan Air Jamban, sebelumnya hanya menjadi area tak terurus yang dipenuhi semak liar.

Baca Juga: Tiket Kapal Lebih Hemat! PELNI Beri Diskon 30 Persen untuk Mudik Lebaran 2026

Keinginan membangun kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sempat terhalang keraguan. Mereka takut bibit dan tenaga terbuang sia-sia di atas tanah yang keras.

"Dulu lahan ini membisu melihat keraguan kami. Niat mandiri itu ada, tapi nyali kami ciut sebelum mencoba,” kenang Murni dengan senyum tipis.

Titik balik terjadi ketika mereka mendapatkan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Baca Juga: Magang BUMN Seru di Bali Nusra! Kesempatan di Divisi SDM & Umum PT Pelindo

Sejak saat itu, lahan yang sebelumnya mati mulai “berbicara” lewat tunas-tunas hijau yang tumbuh.

Murni dan kelompoknya memberanikan diri berkotor-kotoran, menyemai Jahe Putih, Jahe Merah, hingga Ompu Kunyit, sekaligus merawat sayuran hortikultura dengan pupuk organik.

Hasilnya pun terasa nyata. Dari sisi kesehatan, warga kini memiliki akses cepat terhadap tanaman obat berkualitas tanpa harus ke pasar.

Baca Juga: Atasi Mabuk Laut Saat Naik Kapal, Simak Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Dari sisi ekonomi, pengeluaran rumah tangga dapat ditekan, terutama ketika harga rempah melonjak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini