rilis-bumn

Dari Lahan Mati Jadi Apotek Hidup: Kiprah Murni dan Ibu-Ibu Bengkalis Jaga Warisan Tanaman Obat

Selasa, 3 Maret 2026 | 10:45 WIB
Murni (36), Ketua Kelompok Dasawisma Bumi Hijau RW 29 (kiri), menunjukkan hasil panen di kebun ketahanan pangan dan TOGA (Jahe Merah, Jahe Putih, Kunyit, dan Terong) yang dikelola. (Dok. PHR)

Kabar BUMN - Di sudut pekarangan rumah warga, aroma rimpang jahe yang baru dipangkas menguar di udara pagi yang lembap.

Bagi sebagian orang, itu sekadar bau bumbu dapur.

Namun bagi Murni (37), Ketua Kelompok PKK setempat, aroma tersebut adalah simbol kemandirian.

Baca Juga: Deretan Bandara Indonesia Ini Bikin Bangga, 10 Bandara InJourney Sabet 32 Penghargaan Internasional

Baginya, tanaman liar yang kerap dipandang sebelah mata justru menjadi penjaga nyawa manusia.

Tepat hari ini, dunia memperingati Hari Kehidupan Liar Sedunia (World Wildlife Day) dengan tema "Tanaman Obat dan Aromatik: Melestarikan Kesehatan, Warisan, dan Mata Pencaharian".

Tema tersebut seolah menggambarkan secara nyata perjuangan Murni bersama para ibu dalam Program Puteri Proklim Melayu Lestari.

Baca Juga: BRI Perkuat Program Gentengisasi, Siap Biayai UMKM dan Developer Lewat KUR Perumahan

Bagi masyarakat Melayu di Bengkalis, jahe merah, kunyit, dan berbagai rimpang lainnya merupakan tabungan kesehatan yang diwariskan turun-temurun.

Jahe dikenal membantu menghangatkan tubuh, meredakan gejala flu ringan, serta menjaga daya tahan di tengah cuaca tak menentu.

Sementara kunyit kerap dimanfaatkan sebagai ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan pencernaan dan kebugaran tubuh.

Baca Juga: Catat! Jadwal Resmi Libur Lebaran 2026 dan Nyepi: Potensi Libur Panjang Hampir Sepekan

Namun arus modernisasi perlahan menggerus pengetahuan tradisional tersebut.

Ketergantungan pada produk instan dan obat kimia membuat warisan leluhur itu kian terlupakan.

Halaman:

Tags

Terkini