“Integrasi ini menjadi langkah penting karena tentunya kami ingin memastikan bagaimana para pekerja kami terlindungi secara seamless lewat kemudahan pertukaran informasi dan data antara BPJS Ketenagakerjaan dan jasa raharja.
"Dengan demikian Coordination of Benefit dapat kita koordinasikan jauh lebih baik. Ini bukti negara hadir memberikan perlindungan terbaik bagi para pekerja indonesia,” ujar Saiful.
BPJS Ketenagakerjaan mencatat kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyumbang terbesar kasus kecelakaan kerja di Indonesia.
Sepanjang 2025, dari sekitar 318 ribu kasus kecelakaan kerja yang tercatat, sekitar 28 persen atau lebih dari 87 ribu kasus terjadi di lalu lintas.
Mayoritas kecelakaan tersebut terjadi saat pekerja melakukan perjalanan berangkat kerja, perjalanan pulang kerja, maupun aktivitas pekerjaan yang menggunakan sarana transportasi.
Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Muttaqien, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan apresiasi terhadap sinergi kedua lembaga.
"Kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja dengan terbangunnya integrasi sistem antara kedua lembaga ini.
Baca Juga: 7 Minuman Sehat Saat Iduladha, Bantu Redakan Efek Kebanyakan Makan Daging Kurban
"Aplikasi ini tentu kami harapkan berjalan lebih baik dan memastikan semua layanan tercipta dengan lebih baik dan lebih efisien kedepannya," ujar Muttaqien.
Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pekerja dinilai menunjukkan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan perlindungan yang lebih komprehensif, baik melalui pelayanan pascakecelakaan maupun upaya promotif dan preventif untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Melalui integrasi aplikasi ini, kedua lembaga juga memperkuat integrasi data dan koordinasi pelayanan agar proses administrasi penjaminan menjadi lebih efisien, akurat, dan transparan, termasuk mempermudah proses pelayanan bagi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).
Baca Juga: Sambut Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Kembali ke Lapangan Kenari
Peluncuran integrasi tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan edukasi dan kampanye safety riding sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan berkendara serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Artikel Terkait
Jasa Raharja Tekankan Integrasi Compliance dan Ethics untuk Tata Kelola Berkelanjutan
Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Bus ALS di Musi Rawas Utara Dapat Jaminan dan Pendampingan
Tragedi Bus ALS di Muratara, Jasa Raharja Pastikan Korban Dapat Penanganan Maksimal
Harkitnas 2026 Jadi Langkah Jasa Raharja Tingkatkan Layanan Modern bagi Masyarakat
Jasa Raharja Perkuat Budaya Keselamatan dengan Libatkan Komunitas Pengemudi