Sebelum dikuasai Jepang, bangunan ini sempat menjadi kantor British Consul General selama Perang Pasifik.
Setelah sempat berganti-ganti fungsi, gedung resmi menjadi museum pada 24 November 1992.
Terbagi atas 4 ruangan
Isi dari museum ditujukan untuk memberikan gambaran detail proses perumusan naskah proklamasi.
Di sini ada diorama yang menggambarkannya.
Semua posisi furniture pun diatur seasli mungkin seperti di tahun 1945.
Baca Juga: Ide Lomba 17 Agustus Anti-Mainstream, Meriahkan HUT ke-79 RI dengan Cara yang Kreatif
Museum terbagi dalam empat ruangan dengan temanya masing-masing.
Ruangan paling penting di Museum Perumusan Naskah Proklamasi adalah ruang pertama.
Di sini tiga orang tokoh utama, yaitu Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Subarjo mempersiapan perumusan naskah.
Baca Juga: Barikan sampai Karapan Kambing, Ini 11 Tradisi Unik Perayaan 17 Agustus di Indonesia
Mereka berkumpul di ruang tamu yang sekaligus berfungsi sebagai kantor Maeda.
Di ruangan pertama ini juga ada penggambaran yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia.
Seperti pembentukan PPKI, BUPKI, bom atom Hiroshima - Nagasaki dan banyak lagi.
Artikel Terkait
Jalan-Jalan ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka
Berkunjung ke Cagar Budaya Monumen Serangan Umum 1 Maret di Area Museum Benteng Vredeburg Jogja
Museum Dr Soetomo, Surabaya, Tempat Mengenang Kisah Kehidupan Tokoh Pergerakan Nasional
Telisik Museum HOS Tjokroaminoto, Tokoh Penting Kebangkitan Nasional yang Pernah Menjadi Bapak Kos Presiden Soekarno