4 Kuliner Salatiga yang Masuk dalam Culinary Heritage Kota Setempat

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 29 September 2024 | 11:40 WIB
Tumpang Koyor Bu Kori, Salatiga. (gastronomy.salatiga.go.id)
Tumpang Koyor Bu Kori, Salatiga. (gastronomy.salatiga.go.id)

Awalnya mereka jualan berkeliling dan sore mangkal di depan garasi Bus Esto.

Soto ini jadi favorit karyawan Bus Esto dan masyarakat Salatiga. Dari situlah muncul nama Soto Esto.

Baca Juga: Menjajal Hotel Tersempit di Indonesia, Pitu Rooms Salatiga yang Sajikan View Gunung Merbabu

Soto Esto sejenis soto dengan santan berwarna kekuningan. Rasanya gurih dengan kaldu yang kental.

Soto Esto hanya menggunakan ayam kampung. Isi soto toge dan kerupuk karak yang dihancurkan kasar.

Soto dinikmati dengan nasi panas dan pendamping, seperti sate ayam, sate telur puyuh, perkedel, dan gorengan.

Baca Juga: Cuma 8 Menit dari Tol Salatiga, Banyoe Angkringan Tawarkan Makan-Makan With A View

Gethuk Kethek khas Salatiga. (gastronomy.salatiga.go.id)

3. Gethuk Kethek
Salah satu gethuk favorit masyarakat Salatiga adalah gethuk kethek.

Dalam bahasa Jawa, kethek artinya monyet, karena dulu di depan rumah penjual gethuk ini ada monyet.

Pelanggan yang membeli selalu menjadikan si monyet sebagai penanda lokasi.

Gethuk kethek terbuat dari singkong yang direbus.

Baca Juga: Menapaki Jejak Jaka Tingkir di Mata Air Senjoyo, Tempat Wisata di Dekat Salatiga yang Cocok untuk Ngadem

Setelah itu dihancurkan dicampurkan gula pasir.

Gethuk dipotong dalam irisan kecil. Satu kardus berisi 20 potong dan dibanderol dengan harga Rp12.000.

Karena gethuk tidak tahan lama, produsennya hanya memproduksi secara terbatas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: gastronomy.salatiga.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini