Setelah itu digoreng, jemur sampai kering, dibumbui, lalu digoreng sekali lagi.
Kerupuk kulit khas Jawa teksturnya tebal, sementara dari Sumatra Barat lebih tipis, sedikit kopong dan berongga.
Kalau di Yogyakarta, kerupuk kulit untuk dibuat krecek, di Sumatra, biasanya dimakan dengan kuah gulai.
Baca Juga: Pesona Jalan-Jalan Terindah di Indonesia yang Akan Menemani Perjalanan Mudik Lebaran 2025
3. Gendar
Kerupuk ini terbuat dari bahan baku nasi yang sudah dihancurkan dan dicampur bumbu rempah.
Setelah itu ditumbuk hingga padat dan digiling menjadi adonan tipis. Teksturnya agak kasar dan kriuk.
Pada zaman dulu orang bisa membuat gendar sendiri di rumah.
Biasanya yang digunakan nasi bekas. Setelah digiling, adonan tipis dijemur sampai kering.
4. Kerupuk kemplang
Tidak hanya di Jawa, orang Palembang juga punya kerupuk yang dinamakan kerupuk kemplang.
Awalnya kemplang dibuat karena memanfaatkan sisa ikan tenggiri untuk pempek.
Karena orang menyukainya, akhirnya kerupuk kemplang diproduksi secara khusus.
Baca Juga: Kalau Bosan Makan Sahur dengan Nasi, Ini Alternatif Sumber Karbohidrat Khas Indonesia
Selain ikan tenggiri, kerupuk kemplang dibuat dari tepung tapioka dan aneka bumbu rempah.
Kerupuk ini kadang digoreng atau dipanggang. Ukurannya pipih dan tebal, sepintas mirip opak.
Kerupuk kemplang sering dimakan dengan pempek atau dioles sambal terasi.
Artikel Terkait
4 Ragam Kuliner Nasi Khas Banyuwangi, Keunikannya Terdapat di Sambal atau Cara Olahnya
Kuliner Singkawang yang Banyak Dicari Orang Pada Perayaan Cap Go Meh
5 Kuliner yang Direkomendasikan di Pasar Gede Hardjonagoro, Solo
4 Kuliner yang Mudah Ditemukan di Daerah Guci, Tegal, Panas dan Menghangatkan Khas Dataran Tinggi
Ngabuburit sambil Berburu Kuliner Halal di Pasar Lama Tangerang, yang Legendaris Masih Terus Diantri
5 Kuliner Khas Depok, Nomor Terakhir Sepertinya Sulit Didapati di Kota Lain