Pada masa tersebut ibu kota Jepang baru berpindah ke Edo (sekarang Tokyo).
Dalam bahasa Jepang, Edo artinya pintu masuk teluk.
Edomae bisa diartikan sushi yang dijual di depan pintu kota atau bisa juga sushi yang dijual di depan Teluk Tokyo.
Baca Juga: Toyosu Market, Surga Terbaru Berburu Sushi dan Sashimi di Tokyo, Jepang, Setelah Tsukiji Market
Bentuk edomae sushi berbeda dengan kansai sushi.
Edomae sushi pertama kali dijual di kaki lima sebagai camilan. Ukurannya kecil sehingga mudah dimakan.
Edomae sushi dibuat dari nasi yang dikepal di tangan dan bagian atasnya diberi irisan ikan mentah.
Ini yang menjadi salah satu ciri edomae sushi.
Baca Juga: Underground Shrine, 'Kuil' di Bawah Tanah yang Melindungi Tokyo dari Banjir
Ikan yang ada di teluk
Ciri lainnya, jenis ikan yang digunakan, karena edomae sushi hanya menggunakan boga bahari dari Teluk Tokyo.
Misalnya, tuna ekor kuning, tuna, belut, halibut dan beragam jenis kerang.
Jangan salah, salmon tidak termasuk dalam edomae sushi, karena ikan ini diimport dari Norwegia.
Karena dulu belum ada lemari es, untuk menjaga kesegaran, semua ikan dimarinasi.
Marinasinya selama beberapa jam dengan campuran air dan soy sauce atau sudachi (sejenis jeruk lemon).
Artikel Terkait
4 Kedai Sushi Kaki Lima di Jakarta yang Banyak Direkomendasikan Orang, Enak dan Murah
7 Jenis Sushi yang Populer di Indonesia, Penting Diketahui Sebelum Memesan
3 Restoran Sushi Omakase di Jakarta, Pengalaman Terbaik Menikmati Sushi Berkualitas
Sudah Bolak-balik Makan, Tapi Masih Suka Tengak-tengok Tidak Percaya Diri, Ini Etika Makan Sushi ala Masyarakat Jepang
5 Restoran Sushi Berkualitas dan Murah di Tokyo, Rasanya Autentik Tanpa Harus Menguras Kantong
Tidak Harus Restoran Sushi, Beberapa Supermarket di Jakarta Ini Juga Menyediakan Sushi yang Tidak Kalah Lezat dan Berkualitas