5 Kuliner Khas Gowa, Sulawesi Selatan, Warisan Kerajaan yang Menjadi Bagian Penting Sejarah Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 14 Mei 2025 | 13:00 WIB
Coto Makassar (Jennaira)
Coto Makassar (Jennaira)

Tampilannya lebih mirip tahu putih yang padat, tetapi ketika dibelah teksturnya seperti bolu.

Baca Juga: 4 Tempat Berburu Buku Bekas di Yogyakarta, Harga Merakyat dengan Koleksi Lengkap

3. Kue tori
Kue tori kadang disebut juga curu-curu terbuat dari tepung beras, gula merah, dan wijen.

Adonan dicampur dan dibuat model panjang-panjang. Setelah itu digoreng sampai kering.

Tampilannya mirip kue gabus. Adapun rasanya manis dan kriuk.

Kue tori biasanya dijadikan oleh-oleh khas Sulawesi Selatan dan bisa ditemukan di toko oleh-oleh.

Baca Juga: 5 Cara Agar Selama Liburan Tetap Bisa Olahraga Ringan untuk Menjaga Kebugaran Tubuh

Kacang sembunyi ( YouTube/Yuniar Loli Kitchen via jangkara.com)

4. Kacang sembunyi
Camilan dengan nama unik ini terbuat dari kacang tanah yang dicampur ke adonan terigu dan digoreng.

Setelah matang, hasil gorengan sering dibalurkan lagi dengan gula pasir yang sudah dilelehkan.

Tampilannya lebih mirip pisang goreng. Tidak terlihat sama sekali kacangnya.

Setelah digigit baru terasa kacangnya. Rasanya gurih dengan sedikit rasa manis.

Baca Juga: Ini Daftar Negara Terkecil di Dunia yang Bisa Dijelajahi Dalam Waktu Satu Hari

5. Pallu kalua
Ini sup khas Gowa selain Coto Makassar, yang dibuat dengan menonjolkan kluwek untuk rempah dasarnya.

Dalam bahasa setempat, pallu artinya masakan dan kaloa artinya kluwek.

Pallu kalua dibuat dari ikan dibumbui lengkuas, sereh, bawang putih, bawang merah, kayu manis, pala, cengkeh, dan kluwek.

Ikannya biasa ikan kakap merah atau putih. Kadang juga ikan kerapu, tuna, atau lamuru.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini