Kuliner Khas Semarang yang Mendapat Pengaruh Kuat dari Tiongkok

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 25 Mei 2025 | 11:30 WIB
Babat gongso (myhomediaryinturkey.blogspot.com)
Babat gongso (myhomediaryinturkey.blogspot.com)

Kabar BUMN - Di masa lalu banyak disinggahi pedagang Tiongkok, yang lalu menetap, Semarang banyak mendapat pengaruh budayanya.

Kuliner Semarang, misalnya, banyak yang mengadopsi kuliner khas negara tirai bambu tersebut.

Kuliner-kuliner tersebut kini menjadi kebanggaan masyarakat dan kota Semarang.

Baca Juga: DAMRI Resmi Operasikan Rute Baru Yogyakarta–Semarang PP via Borobudur dan Magelang, Simak Jadwal Keberangkatannya

1. Babat Gongso
Kuliner ini terinspirasi dari menu daging berkuah di Tiongkok.

Karena harga daging sapi kala itu mahal, masyarakat Semarang menggunakan babat sebagai gantinya.

Daging babat direbus berjam-jam, lalu dimasak dengan cara ditumis, dan menggunakan kecap manis.

Babat gongso mudah ditemukan di rumah makan di Semarang. Tampilannya sedikit mirip semur daging.

Baca Juga: Pasar Gang Baru, Umurnya Sudah 200 Tahun, Pasar Tradisional Ini Destinasi Wisata Kuliner Terbaru di Semarang

Lumpia (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

2. Lumpia
Lumpia atau lunpia merupakan makanan hasil kreasi Tjoa Thay Yoe, seorang Tionghoa di Semarang.

Awalnya ia menjual lumpia dengan daging babi, tetapi dagangannya itu kurang laku.

Setelah menikahi perempuan Jawa, keduanya lalu membuat lumpia yang bisa dimakan semua orang.

Isian lumpia diganti dengan rebung, udang dan pihi (sejenis hewan laut).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini