Baca Juga: Hunting Hotel Mewah Bintang 5 di Semarang? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Staycation
3. Tahu pong
Masyarakat Tionghoa dulu menyebutnya tahu pok.
Tahu ini diolah dengan proses penggorengan khusus sehingga menghasilkan tahu yang berongga tapi luarnya kriuk.
Tahu pong bisa dimakan begitu saja atau dinikmati dengan tambahan kuah cocolan.
Orang sering juga menikmatinya dengan gimbal udang, acar, dan lobak segar.
Baca Juga: Wahana Immersive Lawang Sewu Semarang: Ini Jadwal dan Harga Tiket Terbaru 2025!
4. Mie titee
Dalam bahasa Tionghoa, titee artinya kaki babi. Ini menu non halal khas Semarang yang populer.
Mie titee terbuat dari mie kering yang diberi topping daging dari kaki babi yang dibumbui aneka bumbu.
Setelah itu baru disiram kuah kaldu babi.
Menu ini mudah ditemukan di daerah Grajen dan Mataram Semarang.***
Artikel Terkait
Rekomendasi Kuliner Malam di Cibadak Night Culinary, Pasar Cibadak, Bandung, Bisa Puas Makan Sampai Tengah Malam
5 Kuliner Khas Gowa, Sulawesi Selatan, Warisan Kerajaan yang Menjadi Bagian Penting Sejarah Indonesia
Rekomendasi Kuliner Khas Jogja yang Wajib Dicoba, Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
Hanya Sejengkal dari Bandung, Ini Kuliner Khas Cimahi yang Ternyata Masih Jarang Diketahui Banyak Orang
Begitu Tuanya, Kuliner Jawa Ini Sampai Tertulis di Prasasti Kuno, dan Masih Dikonsumi Sampai Sekarang
Keragaman Kuliner Papua yang Didominasi Olahan Ikan, Nomor Enam Termasuk Ekstrem di Indonesia