Kuliner Khas Semarang yang Mendapat Pengaruh Kuat dari Tiongkok

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 25 Mei 2025 | 11:30 WIB
Babat gongso (myhomediaryinturkey.blogspot.com)
Babat gongso (myhomediaryinturkey.blogspot.com)

Baca Juga: Hunting Hotel Mewah Bintang 5 di Semarang? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Staycation

Tahu pong (okelihat.com)

3. Tahu pong
Masyarakat Tionghoa dulu menyebutnya tahu pok.

Tahu ini diolah dengan proses penggorengan khusus sehingga menghasilkan tahu yang berongga tapi luarnya kriuk.

Tahu pong bisa dimakan begitu saja atau dinikmati dengan tambahan kuah cocolan.

Orang sering juga menikmatinya dengan gimbal udang, acar, dan lobak segar.

Baca Juga: Wahana Immersive Lawang Sewu Semarang: Ini Jadwal dan Harga Tiket Terbaru 2025!

Mie titee (Instagram/@horizonhoman)

4. Mie titee
Dalam bahasa Tionghoa, titee artinya kaki babi. Ini menu non halal khas Semarang yang populer.

Mie titee terbuat dari mie kering yang diberi topping daging dari kaki babi yang dibumbui aneka bumbu.

Setelah itu baru disiram kuah kaldu babi.

Menu ini mudah ditemukan di daerah Grajen dan Mataram Semarang.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini