Kuliner Indonesia yang Dimasak dalam Batang Bambu, Tradisi Memasak Warisan Nenek Moyang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 4 Agustus 2025 | 11:30 WIB
Olah makanan dengan teknik dimasukkan ke batang bambu lalu dibakar masih menjadi salah satu cara memasak tradisional yang banyak dipraktikan di Indonesia. (okelihat.com)
Olah makanan dengan teknik dimasukkan ke batang bambu lalu dibakar masih menjadi salah satu cara memasak tradisional yang banyak dipraktikan di Indonesia. (okelihat.com)

Dulu hanya disajikan di berbagai acara adat dan perayaan penting, sekarang sudah bisa kapan saja.

Nasi jaha bisa didapat di pasar tradisional, rumah makan dan kafe di Manado.

Baca Juga: Kombinasi Tempe dan Kurma: Apakah Benar Baik untuk Kesehatan?

Buluh, dari bahasa Minahasa, artinya bambu. Ayam buluh adalah ayam yang dimasak dalam batang bambu. (Facebook/TheStarOnline via idntimes.com)

3. Ayam buluh
Buluh, dari bahasa Minahasa, artinya bambu. Ini ayam yang dimasak dalam batang bambu.

Sebelumnya ayam diberi bumbu daun bawang, daun kunyit, daun pandan, daun kemangi, serai, dan daun jeruk.

Setelah dimasukkan ke bambu, ayam dibakar selama 3 jam hingga teksturnya lembut dan bumbu meresap.

Lemak yang keluar dari daging ayam membuat menu ini sedikit berkuah kental yang lezat.

Baca Juga: Padongko: Pantai Cantik yang Cuma 5 Km dari Pelabuhan Garongkong

Kolo, atau warga Kupang juga menyebutnya dengan nasi bambu. (beritawisata.com)

4. Kolo
Kolo nasi bakarnya orang Kupang. Warga setempat kadang menyebutnya dengan nasi bambu.

Beras yang sudah diberi rempah dimasukkan dalam batang bambu dan dibakar selama 30 menit.

Kolo jadi makanan pokok yang dimakan dilengkapi beragam lauk.

Paling cocok dengan ayam santan atau sup daging babi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini