Baca Juga: Masih Sepi Pengunjung, Hidden Gem Bali Ini Juga Gratis Tiket Masuk
Konsepnya mirip nasi hainan Singapura tetapi semuanya dimasak dengan claypot.
Rahasia kenikmatannya pada marinasi ayam yang menggunakan soy sauce kental, minyak wijen, dan jahe.
Saat memasak tungkunya menggunakan arang sehingga menghasilkan cita rasa yang unik.
Baca Juga: Bogor Rasa Ubud, Terasering Cisalada Jadi Spot Foto-foto Hits dengan Latar Persawahan Memukau
3. Ca kho to
Menu claypot ini populer di Vietnam Selatan terutama di daerah delta Sungai Mekong.
Dalam bahasa Vietnam, cha ko to artinya ikan lele yang dikaramelisasi di claypot.
Potongan ikan lele dimasak dengan bumbu gula merah, saus ikan, merica, dan kadang santan.
Baca Juga: 4 Ruang Terbuka Hijau di Singapura yang Banyak Dituju untuk Area Trekking
Apinya kecil sehingga bumbunya meresap.
Warna ikan akan berubah menjadi warna kecokelatan dan sedikit lengket.
Rasanya manis, sedikit asin, dan gurih. Daging ikannya sangat lembut dan meleleh di mulut.
Baca Juga: Menikmati Camping Praktis di Tawangmangu, Bisa Bawa Kendaraan Sampai Tenda
Artikel Terkait
4 Destinasi Terbaik di Asia Tenggara Kalau Ingin Berburu Seafood Berkualitas Terbaik
5 Hotel Legendaris di Asia Tenggara, Ada yang Usianya Lebih dari 100 tahun
4 Candi di Asia Tenggara Ini Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia yang Dilindungi oleh UNESCO
Kuliner Asia Tenggara yang Berbahan Dasar Durian, Ada yang Menambahkan Buah ke Sup Iga
Cable Car Tercanggih dan Spektakuler di Dunia, Salah Satunya di Asia Tenggara
4 Olahraga Tradisional Asia Tenggara yang Masih Dipertandingkan Sampai Sekarang