Kabar BUMN - Tidak semua orang atau kelompok merasa perlu mengikuti modernitas dan kemajuan teknologi.
Buktinya dengan keberadaan masyarakat adat yang mempertahankan gaya hidup tradisional.
Masyarakat adat ini biasanya tinggal di daerah terpencil dan jarang membaur dengan masyarakat lain.
Di Asia Tenggara sendiri ada beberapa masyarakat adat yang perlahan membuka diri dan mau dikunjungi orang.
Baca Juga: Pahami Jenis-jenis Barang yang Sering Sulit Lolos dari Pemeriksaan di Bandara
1. Hmong
Suku yang tinggal di pedalaman dataran tinggi ini salah satu masyarakat adat terbesar di Asia.
Komunitasnya terbentang di daerah pegunungan di Provinsi Thailand Utara, Vietnam Utara dan Laos Utara.
Kunjungan ke perkampungan Suku Hmong termasuk wisata populer di ketiga negara tersebut.
Baca Juga: Pantai Sari Ringgung, Surga Wisata dengan Puncak Indah dan Masjid Terapung di Lampung
Nenek moyang suku ini diperkirakan dari Tiongkok Selatan, karena budaya, bahasa, dan pakaian yang digunakan mirip.
Rumah Suku Hmong terbuat dari kayu dan bambu. Bajunya berwarna terang dihiasi embroidery.
Dulunya suku ini menganut animisme, sekarang ada yang sudah menganut agama Buddha dan Kristen.
Suku Hmong dikenal sebagai perajian terutama tenunan dan keranjang.
Baca Juga: Harga Tiket Terbaru Keraton Ratu Boko 2025: Mulai Rp20 Ribu, Jelajah Situs Bersejarah di Atas Bukit
2. Maniq dan Semang
Masyarakat adat ini tinggal di hutan pedalaman di Thailand Selatan dan Malaysia Utara.
Artikel Terkait
4 Rute Sailing Trip Paling Populer di Asia Tenggara, Dituju Pelancong Karena Pengalaman yang Berbeda
5 Hotel Legendaris di Asia Tenggara, Ada yang Usianya Lebih dari 100 tahun
Kuliner Asia Tenggara yang Berbahan Dasar Durian, Ada yang Menambahkan Buah ke Sup Iga
Cable Car Tercanggih dan Spektakuler di Dunia, Salah Satunya di Asia Tenggara
4 Olahraga Tradisional Asia Tenggara yang Masih Dipertandingkan Sampai Sekarang
Desa-desa Indah dan Unik dengan Kekayaan Alam dan Budaya yang Wajib Dikunjungi di Asia Tenggara