4 Masyarakat Adat di Asia Tenggara yang Mempertahankan Gaya Hidup Nenek Moyangnya Hingga Kini

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 18 September 2025 | 13:00 WIB
Perempuan masyarakat adat suku Hmong di Ha Giang, Vietnam. (motogo.tours)
Perempuan masyarakat adat suku Hmong di Ha Giang, Vietnam. (motogo.tours)

Tampilan fisiknya mirip orang Aborigin dan diperkirakan punya nenek moyang yang sama juga.

Tinggi masyarakat adat ini tidak lebih dari 150 senti meter dan jumlahnya kurang dari 350 orang.

Baca Juga: Berbeda dengan Hotel dan Hostel, Homestay Punya Konsep dan Aturan Tersendiri, Ini Singkatnya

Tinggal di hutan yang tersembunyi, Suku Maniq dan Semang hidup dari berburu dan pengumpul.

Rumah-rumahnya dari tenda yang terbuat dari ranting dan daun-daunan.

Mereka menggunakan senjata panah yang ditiupkan.

Saat ini beberapa dari mereka sudah punya tempat tinggal tetap, ada juga yang masih nomaden.

Baca Juga: Tiket MotoGP Mandalika 2025 Mulai Rp400 Ribu, DEWA 19 hingga King Nassar Siap Guncang Panggung

Masyarakat suku Asmat pengukir kayu yang andal. (klubcahaya.com)

3. Asmat
Suku Asmat tinggi di provinsi Papua dan sebelah barat Papua Nugini.

Mereka biasanya tinggi di hutan mangrove dan daerah rawa.

Suku Asmat hidup dari berburu dan dikenal sebagai perajin ukiran kayu yang hebat.

Baca Juga: Restoran Tua di Singapura yang Usianya Lebih Tua dari Negara-Kota Tersebut

Hasil karya Suku Asmat jadi buruan pecinta karya seni tradisional di seluruh dunia.

Bagi masyarakat Asmat sendiri mengukir kayu merupakan bagian dari tradisi penting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: secret-retreats.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini