Tampilan fisiknya mirip orang Aborigin dan diperkirakan punya nenek moyang yang sama juga.
Tinggi masyarakat adat ini tidak lebih dari 150 senti meter dan jumlahnya kurang dari 350 orang.
Baca Juga: Berbeda dengan Hotel dan Hostel, Homestay Punya Konsep dan Aturan Tersendiri, Ini Singkatnya
Tinggal di hutan yang tersembunyi, Suku Maniq dan Semang hidup dari berburu dan pengumpul.
Rumah-rumahnya dari tenda yang terbuat dari ranting dan daun-daunan.
Mereka menggunakan senjata panah yang ditiupkan.
Saat ini beberapa dari mereka sudah punya tempat tinggal tetap, ada juga yang masih nomaden.
Baca Juga: Tiket MotoGP Mandalika 2025 Mulai Rp400 Ribu, DEWA 19 hingga King Nassar Siap Guncang Panggung
3. Asmat
Suku Asmat tinggi di provinsi Papua dan sebelah barat Papua Nugini.
Mereka biasanya tinggi di hutan mangrove dan daerah rawa.
Suku Asmat hidup dari berburu dan dikenal sebagai perajin ukiran kayu yang hebat.
Baca Juga: Restoran Tua di Singapura yang Usianya Lebih Tua dari Negara-Kota Tersebut
Hasil karya Suku Asmat jadi buruan pecinta karya seni tradisional di seluruh dunia.
Bagi masyarakat Asmat sendiri mengukir kayu merupakan bagian dari tradisi penting.
Artikel Terkait
4 Rute Sailing Trip Paling Populer di Asia Tenggara, Dituju Pelancong Karena Pengalaman yang Berbeda
5 Hotel Legendaris di Asia Tenggara, Ada yang Usianya Lebih dari 100 tahun
Kuliner Asia Tenggara yang Berbahan Dasar Durian, Ada yang Menambahkan Buah ke Sup Iga
Cable Car Tercanggih dan Spektakuler di Dunia, Salah Satunya di Asia Tenggara
4 Olahraga Tradisional Asia Tenggara yang Masih Dipertandingkan Sampai Sekarang
Desa-desa Indah dan Unik dengan Kekayaan Alam dan Budaya yang Wajib Dikunjungi di Asia Tenggara