Kabar BUMN - Meskipun bukan panganan asli, roti sudah menjadi bagian dari kuliner di kawasan Asia Tenggara.
Roti di Asia Tenggara ini sebagian besar hasil adopsi kuliner asing, terutama Eropa.
Selain Eropa, pengaruh India ikut membentuk aneka roti di Asia Tenggara.
Ini ragam jenis roti tradisional Asia Tenggara yang menjadi salah satu kuliner khas negara tersebut.
Baca Juga: 5 Alasan Mandalika Layak Jadi Bucket List, Dari Bukit Memesona sampai Budaya yang Masih Hidup
1. Banh mi
Roti asal Vietnam ini mendapat pengaruh kuat dari Prancis yang pernah lama menguasai Vietnam.
Inspirasinya dari baguette yang diisin pate, butter, ditambah sayur seperti timun, bawang, dan selada.
Masyarakat Vietnam mengadopsinya dengan menambahkan daun ketumbar, acar, dan irisan daging.
Roti ini mulai populer sejak 1954 ketika pedagang kaki lima menjualnya untuk menu sarapan atau camilan.
Baca Juga: Koleksi Kekayaan Seni Kerajinan Tangan Jepang dari Kota Pembuatnya Langsung
2. Roti john
Sandwich orang Malaysia ini namanya merujuk pada orang kulit putih (penjajah Inggris) yang sering mengonsumsi roti.
Mirip sandwich, roti john menggunakan roti panjang yang bagian tengahnya diberi isian.
Isinya rata-rata omelet yang diaduk dengan tambahan daging cincang dan sayuran.
Artikel Terkait
5 Hotel Legendaris di Asia Tenggara, Ada yang Usianya Lebih dari 100 tahun
Kuliner Asia Tenggara yang Berbahan Dasar Durian, Ada yang Menambahkan Buah ke Sup Iga
4 Olahraga Tradisional Asia Tenggara yang Masih Dipertandingkan Sampai Sekarang
Desa-desa Indah dan Unik dengan Kekayaan Alam dan Budaya yang Wajib Dikunjungi di Asia Tenggara
4 Masyarakat Adat di Asia Tenggara yang Mempertahankan Gaya Hidup Nenek Moyangnya Hingga Kini
Kuliner Asia Tenggara yang Memanfaatkan Buah-buahan Tropis