Roti diolesi saus tomat dan mayonaise lalu dipanggang atau bakar.
Baca Juga: Wisata Grand Sayang Kaak Ciamis, Dari Ramai Jadi Lengang
3. Roti prata
Roti ini mendapat pengaruh kuat dari India yang datang ke Malaysia dan Singapura sejak berabad lalu.
Disebut juga roti canai, roti ini terbuat dari adonan terigu dan ragi yang dibentuk pipih lalu digoreng.
Roti prata bisa dinikmati dengan rasa manis atau gurih.
Untuk rasa manis biasanya disiram susu kental manis. Untuk rasa gurih dimakan dengan kuah kari.
Baca Juga: Desa Wisata Tomok, Tempat Wisata Budaya dan Sejarah di Pulau Samosir
4. Roti gambang
Roti ini muncul awal abad 19, saat semakin banyak keluarga Belanda yang menetap di Batavia membuat roti.
Sejumlah penduduk lokal meniru membuatnya roti dengan bahan-bahan lokal.
Untuk roti, ditambahkan bumbu lokal, yaitu kayu manis, gula merah dan rempah.
Dari Batavia, roti ini menyebar ke Semarang dengan nama roti ganjel rel.***
Artikel Terkait
5 Hotel Legendaris di Asia Tenggara, Ada yang Usianya Lebih dari 100 tahun
Kuliner Asia Tenggara yang Berbahan Dasar Durian, Ada yang Menambahkan Buah ke Sup Iga
4 Olahraga Tradisional Asia Tenggara yang Masih Dipertandingkan Sampai Sekarang
Desa-desa Indah dan Unik dengan Kekayaan Alam dan Budaya yang Wajib Dikunjungi di Asia Tenggara
4 Masyarakat Adat di Asia Tenggara yang Mempertahankan Gaya Hidup Nenek Moyangnya Hingga Kini
Kuliner Asia Tenggara yang Memanfaatkan Buah-buahan Tropis