Sejarah dan Fakta Menarik Pempek Khas Palembang, Tertuliskan di Prasasti Talang Tuo

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 08:30 WIB
Rasa pempek gurih, teksturnya kenyal, disajikannya biasanya dengan cuko berwarna cokelat.
Rasa pempek gurih, teksturnya kenyal, disajikannya biasanya dengan cuko berwarna cokelat.

Seperti bambu, pinang, kelapa aren, dan sagu.

Diperkirakan aren yang menjadi bahan dasar cuko, sementara sagu untuk membuat pempek.

Baca Juga: Banyuwangi Punya, Air Terjun Jagir Tawarkan Pesona Air Terjun Kembar yang Memikat

Kelesan
Sebelum dikenal dinamai pempek, masyarakat Palembang menyebutnya kelesan.

Dalam bahasa setempat artinya ditekan-tekan.

Ini merujuk pada proses pembuatannya yang menggunakan piri’an atau mangkuk yang berlubang, dan ditekan-tekan.

Baca Juga: Masyarakat Adat di Asia yang Terus Mempertahankan Tradisi dan Budaya di Tepian Keterasingan

Perubahan nam menjadi pempek terjadi sekitar 1916, saat kelesan mulai dijual di sekitar Masjid Agung Palembang.

Penjualnya orang Tionghoa yang dipanggil apek atau empek. Orang memanggilnya pempek.

Akhirnya kebanyakan orang lebih mengenal kelesan dengan nama pempek.

Sejak saat itu pula orang cenderung lebih suka membeli pempek dibanding membuatnya sendiri.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Pantai, Ancol Jadi Destinasi Prewedding Penuh Warna

Pempek telok besak
Pempek kapal selam salah satu jenis pempek terpopuler.

Dulu orang menyebutnya dengan nama pempek telok besar atau pempek telur besar.

Kadi kapal selam ketika pempek sudah menjadi dagangan komersial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini