Kabar BUMN - Pisang mudah ditemukan di daerah tropis termasuk di Asia Tenggara.
Selain dimakan langsung, masyarakat Asia Tenggara biasa mengolah pisang jadi camilan.
Ada yang digoreng, dikukus, diiris tipis jadi keripik, dipadukan bahan lain untuk jadi menu baru.
Baca Juga: Mencari Ketenangan di Telaga Ngebel, Permata Tersembunyi di Ponorogo yang Cocok untuk Healing
Kluai thot
Masyarakat Indonesia mengenalnya pisang goreng, di Thailand camilan ini dinamai kluai thot.
Agak seperti pisang goreng, kluai thot terbuat dari pisang yang dipotong tipis dibalur dengan adonan.
Dari tepung terigu, tepung beras, ditambah baking soda, gula dan kelapa parut.
Baca Juga: Warung Jamu Bukti Mentjos, Tempat Minum Jamu dengan Konsep Modern dan Menyenangkan
Adonan kemudian digoreng sampai kecokelatan. Setelah matang ditaburi dengan biji wijen.
Jajanan ini sangat mudah ditemukan di kaki lima di Bangkok dan kota lain di Thailand.
Meskipun kluai thot bisa dinikmati begitu saja, tapi sekarang sering disiram dengan beragam topping.
Misalnya dengan saus cokelat, madu, atau pun whipped cream.
Baca Juga: Menyelami Pesona Nusa Penida, 6 Pantai Terindah yang Wajib Dikunjungi
Banana cue
Ini jajanan kaki lima yang populer di Filipina. Konsepnya mirip dengan pisang goreng juga.
Bahan bakunya menggunakan pisang saba (sejenis pisang kepok) yang sangat matang.
Artikel Terkait
4 Olahraga Tradisional Asia Tenggara yang Masih Dipertandingkan Sampai Sekarang
Desa-desa Indah dan Unik dengan Kekayaan Alam dan Budaya yang Wajib Dikunjungi di Asia Tenggara
4 Masyarakat Adat di Asia Tenggara yang Mempertahankan Gaya Hidup Nenek Moyangnya Hingga Kini
Kuliner Asia Tenggara yang Memanfaatkan Buah-buahan Tropis
Ragam Jenis Roti Tradisional Asia Tenggara, Adopsi Kuliner Asing dengan Sentuhan Lokal
Ragam Menu Sarapan Negara-negara Asia Tenggara, Didominasi Nasi dengan Sedikit Pengaruh Barat