3 Terowongan Kereta Terpanjang di Indonesia Warisan Belanda

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 23 November 2025 | 08:30 WIB
Terowongan Wilhemina dulunya digunakan untuk kereta api jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang yang berhenti beroperasi pada 1981.  (YouTube/@SukaPiknik Indonesia via ayopalembang.com)
Terowongan Wilhemina dulunya digunakan untuk kereta api jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang yang berhenti beroperasi pada 1981. (YouTube/@SukaPiknik Indonesia via ayopalembang.com)

Kabar BUMN - Banyak warisan penjajah Belanda yang masih dipergunakan sampai sekarang, contohnya jalur kereta di Pulau Jawa.

Selain rel, beberapa stasiun tua, hampir seluruh terowongan di jalur kereta di Pulau Jawa ini peninggalan Belanda.

Ada yang masih berfungsi dan dilewati kereta, ada juga yang sudah menjadi bagian cagar budaya.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Ramah Anak di Solo dan Sekitarnya yang Bisa Kamu Kunjungi

1. Terowongan Wilhemina
Terowongan ini dulunya digunakan untuk kereta api jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang yang berhenti beroperasi pada 1981.

Lokasinya di jalan Pantai Karapyak, Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Terowongan Wilhemina didirikan tahun 1914-1916.

Proses pembangunannya cukup lama karena harus menembus daerah pengunungan yang terbentuk dari batuan andesit.

Baca Juga: Liburan ke Pantai Bama: Indah, Tenang, tapi Waspada Monyet Nakal

Namanya diambil dari nama ratu Belanda yang pada masa itu berkuasa, yaitu Wilhemina.

Terowongan ini merupakan salah satu terowongan terpanjang dengan panjang 1.127,1 meter.

Meskipun sekarang terowongan ini sudah tidak digunakan, banyak orang yang mengunjunginya.

Selain penasaran dengan bentuk terowongan, pemandangan di sekitarnya pun sangat indah.

Baca Juga: 7 Makanan Sehat yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Matamu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini