Kabar BUMN - Di masa puasa, orang sering kali mengalami sembelit atau susah buang air besar.
Masalah ini terjadi karena kekurangan asupan serat dan air, yang memang cenderung kurang selama puasa.
Sembelit juga mungkin terjadi akibat perubahan jam makan yang membuat ritme kerja tubuh ikut berubah.
Berikut yang dapat dilakukan untuk menghindari dan mengatasi sembelit.
Baca Juga: Buka Puasa di Kawasan Situs Bersejarah, Buko Ing Boko Jadi Pilihan Unik di Jogja
Konsumsi serat
Saat berbuka puasa, orang cenderung memilih makanan manis, berminyak, dan berkalori tinggi.
Padahal perut yang kosong lebih membutuhkan serat untuk pencernaan.
Karenanya penuhi asupan serat, baik yang larut (soluble) dan tidak larut, saat berbuka puasa dan sahur.
Serat larut untuk mengelola kadar kolesterol, menurunkan risiko jantung, dan meredakan diare.
Baca Juga: Ikut Kebijakan WFA Selama Lebaran, Ini Trik Mengatur Alur Kerja Bagi Pekerja yang Punya Anak Kecil
Sementara serat tidak larut untuk mengurangi sembelit, dan menambah volume feses.
Serat larut antara lain beragam jenis buah-buahan dan sayur, seperti apel, jeruk, dan wortel.
Sejumlah biji-bijian dan gandum seperti oat dan barley juga tergolong serat larut.
Serat tidak larut bisa ditemukan pada beragam kacang polong seperti lentil, buncis, dan edamame.
Baca Juga: Silaturahmi Sekaligus Liburan, Pantai Jogja Jadi Favorit Saat Mudik, Ini Rekomendasinya
Artikel Terkait
Kenapa Kurma Selalu Jadi Pilihan Utama Saat Berbuka Puasa?
Strategi Tidur di Bulan Ramadan, Rahasia Tetap Bugar dan Fokus Tanpa Mengantuk Saat Puasa
Masih Sering Haus Saat Puasa? Bisa Jadi Bukan Karena Kurang Minum
Buah-buahan Sehat dan Tinggi Serat yang Bisa Menggantikan Kurma untuk Buka Puasa
Tips Jogging Saat Berpuasa Agar Puasa Lancar dan Sehatnya juga Maksimal