Kabar BUMN - Populer di Indonesia, sesungguhnya martabak, terutama yang asin atau telur, bukan panganan asli Nusantara.
Martabak, aslinya disebut juga mutabbaq, berkembang di Semenanjang Arab, seperti Yaman dan Arab Saudi.
Martabak ini dibawa pedagang Yaman dan Tamil (India) yang berniaga di Indonesia dan negara lain.
Tidak hanya di Indonesia, martabak juga bisa ditemukan di Malaysia sampai Afrika.
Baca Juga: 4 Teh Beraroma Terpopuler di Dunia, Diseduh di Setiap Kesempatan
Yaman
Dalam bahasa Arab, mutabbaq artinya dilipat. Martabak ini diperkirakan dibuat sejak abad ke 13.
Resep asli martabak Yaman terbuat adonan kulit tipis yang menyerupai adonan roti prata.
Isinya daging cincang sapi atau ayam, telur, bawang putih, bombai, kari, ditambah daun ketumbar dan mint.
Martabak digoreng dengan menggunakan ghee (sejenis lemak nabati).
Baca Juga: Pakai Wastra Jawa Saat Berbuka Puasa? Pengalaman Unik Ini Bisa Dicoba di Candi Prambanan
Kelantan
Salah satu daerah di Malaysia yang punya martabak lezat adalah Kelantan.
Namanya murtabak raja karena dulu hanya bisa dinikmati bangsawan atau anggota kerajaan Kelantan.
Ciri khas martabak ini ukurannya lebih besar dibandingkan martabak pada umumnya.
Kulit dibuat dari tepung gandum. Isiannya telur, daging sapi, daging ayam dan berbagai rempah.
Artikel Terkait
Hidangan Bakso Terbaik di Seluruh Dunia Versi Taste Atlas
5 Bubur Terbaik dari Berbagai Dunia Versi Taste Atlas, Sajian Ringan, Lembut, dan Penghangat Perut
Ragam Variasi Donat yang Paling Umum dan Populer di Dunia
Beragam Burger Unik di Seluruh Dunia, Kuliner Internasional yang Mudah Diadaptasi dengan Selera Lokal
Varian Seduhan Kopi Terunik di Dunia, Menambah Pengalaman Minum Kopi dengan Berbeda
4 Teh Beraroma Terpopuler di Dunia, Diseduh di Setiap Kesempatan