Ragam Martabak dari Seluruh Dunia, Asal Mulanya dari Yaman

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 15 Maret 2026 | 11:30 WIB
Murtabak raja, martabak khas Kelantan, ukurannya lebih tebal dari martabak pada umumnya. (bazaar.qniti.com/Group 4 Chonky)
Murtabak raja, martabak khas Kelantan, ukurannya lebih tebal dari martabak pada umumnya. (bazaar.qniti.com/Group 4 Chonky)

Kabar BUMN - Populer di Indonesia, sesungguhnya martabak, terutama yang asin atau telur, bukan panganan asli Nusantara.

Martabak, aslinya disebut juga mutabbaq, berkembang di Semenanjang Arab, seperti Yaman dan Arab Saudi.

Martabak ini dibawa pedagang Yaman dan Tamil (India) yang berniaga di Indonesia dan negara lain.

Tidak hanya di Indonesia, martabak juga bisa ditemukan di Malaysia sampai Afrika.

Baca Juga: 4 Teh Beraroma Terpopuler di Dunia, Diseduh di Setiap Kesempatan

Yaman
Dalam bahasa Arab, mutabbaq artinya dilipat. Martabak ini diperkirakan dibuat sejak abad ke 13.

Resep asli martabak Yaman terbuat adonan kulit tipis yang menyerupai adonan roti prata.

Isinya daging cincang sapi atau ayam, telur, bawang putih, bombai, kari, ditambah daun ketumbar dan mint.

Martabak digoreng dengan menggunakan ghee (sejenis lemak nabati).

Baca Juga: Pakai Wastra Jawa Saat Berbuka Puasa? Pengalaman Unik Ini Bisa Dicoba di Candi Prambanan

Kelantan
Salah satu daerah di Malaysia yang punya martabak lezat adalah Kelantan.

Namanya murtabak raja karena dulu hanya bisa dinikmati bangsawan atau anggota kerajaan Kelantan.

Ciri khas martabak ini ukurannya lebih besar dibandingkan martabak pada umumnya.

Kulit dibuat dari tepung gandum. Isiannya telur, daging sapi, daging ayam dan berbagai rempah.

Baca Juga: Pesta Kembang Api & Ragam Acara Menanti Kamu di Ancol Saat Lebaran Nanti, Ada Konser Hindia Juga Lho!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: tasteatlas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini