Kabar BUMN - Di zaman digital ini orang lebih suka menggunakan email, chat, atau ponsel untuk berkomunikasi.
Berbeda dengan dulu, semua orang masih mengandalkan jasa pos untuk sarana berkomunikasi.
Baik itu mengirim surat, kartu pos, mengirim uang sampai mengirim barang.
Museum Pos Indonesia di Bandung akan menjadi lokasi menyenangkan untuk mengenang masa tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe di Batu, Malang, dengan Pemandangan Alam yang Indah
Sejarah perusahaan pos
Museum Pos Indonesia menempati bangunan bergaya kolonial di Bandung. Lokasinya di jalan Cilaki no 73.
Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1933.
Bangunan ini dulunya kantor pos dan telegram, Pos Telegrap and Telepon (PTT).
Bangunan didesain dua arsitek terkenal J Berger dan Leutdsgebouwdienst.
Baca Juga: Secara Umum Ini Ciri-ciri Wawancara Kerja Berjalan Baik atau Buruk
Pos Indonesia sendiri sempat berganti-ganti nama sampai lima kali.
Awanya Jawatan PTT (1945-1961), berubah menjadi PN Postel (1962-1965), lalu PN Pos dan Giro (1965-1978).
Kemudian Perum Pos dan Giro (1978-1995), dan terakhir PT Pos Indonesia dari 1995 sampai sekarang.
Baca Juga: Ide 20 Caption Instagram dengan Tema Gunung, Cocok untuk Unggahan Saat Mendaki
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Museum, Benteng Vredeburg Tawarkan Aktivitas Seharian
Museum Tumurun yang Memikat Hati dengan Koleksi Seni Kontemporernya yang Unik
4 Museum Peranakan Tionghoa di Indonesia, Menyimpan Sejarah Keturunan Tionghoa dari Masa ke Masa
Wisata ke Museum Benteng Heritage, Belajar Sejarah Keturunan Tionghoa di Tangerang
Museum Puri Lukisan di Bali, Memajang Seni Berumur Puluhan Tahun Karya Maestro Pelukis
Museum Pusaka Keraton Kanoman Menyimpan Ribuan Benda Pusaka, Salah Satunya Keris Sakti dari Abad ke 14