Koleksi penting
Di masa lalu, banyak benda pos dan dokumentasi surat-surat penting tidak terawat.
Tepatnya pada masa perpindahan kekuasaan dari Belanda ke Jepang kemudian ke pemerintah Indonesia.
Baru di 1980 ada usaha untuk mendokumentasi dan merawat semuanya dalam satu museum.
Museum Pos Indonesia sendiri resmi dibuka pada 27 September 1983.
Baca Juga: Minim Modal, Maksimal Cuan: 7 Ide Bisnis Digital untuk Mahasiswa yang Hanya Modal Gadget
Banyak koleksi penting dipamerkan di museum.
Paling menarik sejumlah surat emas, surat dari raja-raja Nusantara pada Komando dan Jenderal Belanda.
Surat-surat ini menjadi saksi sejarah bagaimana raja di Nusantara berkomunikasi dengan penjajah Belanda.
Selain itu ada sejumlah surat emas yang dikirim raja pada Gubernur-Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata di Kebumen untuk Mengisi Momen Long Weekend Paskah, dari Pantai hingga Goa Eksotis
Benda pos
Di museum dipajang benda-benda pos, seperti kartu pos, perangko wesel, dan telegram juga.
Dipajang pula beragam alat-alat penunjang sistem kerja pos dari zaman dulu sampai sekarang.
Ada timbangan surat, sepeda petugas pos, dan baju dinas pegawai pos.
Baca Juga: Bandung Tembus 3 Besar Destinasi Asia 2026, Ini Alasan Wisatawan Kepincut
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Museum, Benteng Vredeburg Tawarkan Aktivitas Seharian
Museum Tumurun yang Memikat Hati dengan Koleksi Seni Kontemporernya yang Unik
4 Museum Peranakan Tionghoa di Indonesia, Menyimpan Sejarah Keturunan Tionghoa dari Masa ke Masa
Wisata ke Museum Benteng Heritage, Belajar Sejarah Keturunan Tionghoa di Tangerang
Museum Puri Lukisan di Bali, Memajang Seni Berumur Puluhan Tahun Karya Maestro Pelukis
Museum Pusaka Keraton Kanoman Menyimpan Ribuan Benda Pusaka, Salah Satunya Keris Sakti dari Abad ke 14