4 Makanan Mahal yang Dulu Hanya Dikonsumsi Orang Miskin

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 19 April 2026 | 10:00 WIB
Dulu orang menolak mengonsumsi lobster karena bentuknya tidak semenarik ikan. Lobster disajikan untuk para tahanan di penjara saja. (Tripadvisor/Bengt Hojer)
Dulu orang menolak mengonsumsi lobster karena bentuknya tidak semenarik ikan. Lobster disajikan untuk para tahanan di penjara saja. (Tripadvisor/Bengt Hojer)

Terlebih tempat tumbuhnya quinoa hanya di daerah tertentu membuat permintaan pasar jadi tinggi.

Tapi dulu ini termasuk jenis gandum murahan yang hanya dikonsumsi kaum miskin di Peru, Amerika Selatan.

Baca Juga: 8 Info yang Wajib Ada di CV Agar Dilirik HRD

Orang kaya menolak memakannya karena memilih terigu dan gandum yang tampilannya lebh menarik.

Setelah adanya penelitian ilmiah tentang manfaat quinoa, baru pecinta hidup sehat mencarinya.

Banyak selebrity Hollywood yang mengonsumsi quinoa, sehingga membuat makanan ini naik kelas.

Baca Juga: Event Gratis di TMII: Shinta Obong Digelar 18–19 April, Registrasi Mulai 15.00 WIB

s

Dulu sushi menjadi bekal nelayan saat berlayar. Mereka memanfaatkan ikan apa saja yang bisa ditemukan. (chefswonderland.com)

Sushi
Percayakah aslinya sushi makanan orang miskin.

Sushi menggunakan nasi lama yang sudah difermentasi lalu ditambah sisa-sisa potongan ikan mentah.

Dulu sushi bekal nelayan saat berlayar. Mereka memanfaatkan ikan apa saja yang bisa ditemukan.

Di era Edo, sushi dijual di kaki lima dan jadi makan para pekerja di pelabuhan.

Baca Juga: Mengapa Pendaki Gunung Rentan Hipotermia? Ini Penjelasan dan Cara Mencegahnya

Setelah namanya didengar keluarga bangsawan, kuliner ini diolah secara serius.

Nasinya diubah seperti nasi sushi sekarang dan potongan ikannya dibuat lebih cantik.

Popularitas sushi meningkat ketika sejumlah chef Jepang pindah ke Amerika dan memperkenalkannya.

Mulailah sushi menjadi menu yang mewah dan dicari banyak orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: thetakeout.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini