Nama kotjok diambil dari nama belakang pembuatnya, yaitu Oey Kok Tjok.
Ia seorang keturunan Tionghoa yang berjualan herbal di Pasar Bogor sekitar tahun 1940-an.
Sampai sekarang label birnya tetap menggunaan ejaan lama 'Kotjok'.
Baca Juga: Isi Liburan Keluarga di Jungleland, Ada Bonus Gratis Main untuk yang Ulang Tahun
Bir Kotjok terbuat dari rempah tradisional yaitu jahe, kayu manis, cengkeh, gula aren, dan kapulaga.
Cara menghidangkannya unik, yaitu botol dikocok sekuat tenaga sampai mengeluarkan buih.
Bir kotjok telah ditetapkan Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Indonesia.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata Alam di Ponorogo yang Memperkaya Kota Budaya Tersebut di Mata Pelancong
Bir Jawa
Minuman ini lahir pada masa Sultan Hamengku Buwono VIII.
Bir Jawa muncul sebagai minuman sajian bagi tamu-tamu Belanda, yang memang senang minum bir.
Pihak keraton membuat bir tanpa alkohol yang bisa dinikmati bersama tamu yang datang ke keraton.
Bir Jawa dibuat dari jahe, batang sereh, cengkeh, kayu manis, masoi, daun pandan, gula dan air jeruk nipis.
Baca Juga: Tanjung Duriat Sumedang, Destinasi Santai untuk Picnic, Cafe, dan Foto di Glass Deck
Minumannya berwarna kuning dengan buih pada bagian atasnya.
Penyajiannya pun spesial. Minuman dituangkan pada gogok (sejenis kendi) dari kaca.
Gogok g ditutup dengan gelas khusus yang terbuat dari emas 18 karat.
Artikel Terkait
Minuman Fermentasi Tradisional Indonesia, Tidak Semuanya Mengandung Alkohol
Aneka Minuman Tradisional Indonesia Berbahan Jahe, Menghangatkan Badan dan Meningkatkan Imunitas Tubuh
4 Olahan Ayam Tradisional Jawa, Tidak Hanya Lezat tapi Punya Nilai Filosofis
Ragam Makanan Probiotik Asli Indonesia yang Mudah Didapat di Pasar Tradisional