ragam

Kebiasaan Buruk Soal Makanan yang Harus Dihentikan Setelah Berumur 30-an

Minggu, 16 Juli 2023 | 21:00 WIB
Ilustrasi. Ketika seseorang mencapai usia 30-an kondisi tubuh mengalami banyak perubahaan yang berbeda ketika umur belasan atau 20an. (RDNE Stock project/Pexels)

Kabar BUMN - Ketika seseorang mencapai usia 30-an kondisi tubuh mengalami banyak perubahaan yang berbeda ketika umur belasan atau 20an.

Yang paling terasa adalah masalah metabolisme. Umur 30an metabolisme mulai melambat dan ini akan berpengaruh pada berat badan.

Beberapa orang yang ketika umur 20-an jarang naik berat badan, menginjak umur 30an berat badannya meningkat tajam.

Baca Juga: Metode Jalan Kakinya Tepat, Berat Badan Bisa Turun Lebih Cepat

Begitu pula soal energi. Ketika umur 20-an orang bisa begadang semalaman dan bangun pagi dengan kondisi segar. Setelah umur 30an, begadang sehari, rasa lemasnya terasa beberapa hari.

Dengan perubahan kondisi tubuh, tentu saja pola makan pun harus diperhatikan agar tubuh tetap fit dan sehat.

Ada sejumlah kebiasaan buruk soal makanan yang perlu dihentikan setelah umur 30-an. Ini beberapa di antaranya.

Baca Juga: Sudah Berumur Lebih dari 30 Tahun? Ternyata, Perlu Mengurangi Konsumsi Nasi Putih Lho. Pelan-pelan Saja.

1. Kurang Vitamin D dan kalsium
Setelah menginjak umur 30-an kondisi kepadatan tulang perlahan berkurang. Tulang juga mulai kekurangan mineral. Untuk itu penting menambah asupan vitamin D dan kalsium agar tidak osteoporosis dini.

Vitamin D dan kalsium dibutuhkan untuk kekuatan dan pertumbuhan tulang. Ini juga akan mencegah tulang agar tidak mudah retak dan bengkak.

Anda bisa mengkonsumsi supplemen vitamin D dan kalsium. Tambahkan juga asupan ikan berlemak, kuning telur, jamur, dan susu. Pilih susu dengan label fortified vitamin D dan kalsium.

Baca Juga: Kaya Vitamin D, Ini 5 Makanan yang Bagus untuk Otak, Buat Daya Ingat Semakin Kuat

2. Kurang asupan Omega 3
Setiap orang yang sudah berusia 30 tahun perlu menambahkan asupan omega 3 dalam setiap menu makanannya.

Omega 3 dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif otak yang perlahan akan berkurang seiring dengan bertambahnya umur serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit yang berhubungan dengan otak.

Halaman:

Tags

Terkini