ragam

4 Festival Budaya di Indonesia, Melestarikan Budaya dan Tradisi Lama

Senin, 27 Oktober 2025 | 11:30 WIB
Festival Lembah Baliem dilaksanakan untuk memperkenalkan budaya suku setempat, yaitu Suku Dani, Lani, dan Yali. (eventdaerah.kemenparekraf.go.id)

Ini dilakukan sebagai ucapan syukur atas hasil panen sekaligus memohon berkat untuk tahun berikutnya.

Baca Juga: Gurun Pelawan Namang, Eksotisme yang Pernah Viral Kini Menunggu Sentuhan Baru

Karena itu juga, Festival Pasola diawali dengan upacara nyale atau mencari cacing laut yang menjadi tanda musim tanam.

Salah satu puncak Festival Pasola adalah pertarungan dengan tombak kayu sambil menunggang kuda.

Permainan ini dilakukan warga dari empat desa di Kabupaten Sumba Barat.

Yaitu, Gaura, Kodi, Lamboya, dan Wonokaka.

Baca Juga: Tebet Eco Park, Oase Hijau di Tengah Hiruk Pikuk Ibu Kota

Atraksi Lompat Batu bisa disaksikan di Nias, Sumatra Utara. Tepatnya di Desa Wisata Bawomataluo. (kemenparekraf.go.id)

3. Festival Lompat Batu
Tradisi lompat batu merupakan salah satu tradisi masyarakat Nias yang sangat ditunggu-tunggu.

Karena itu juga, kemudian dijadikan sebagai festival khusus bagi wisatawan.

Tradisi lompat batu sudah berlangsung ratusan tahun dan menjadi bagian dari ritual kedewasaan.

Tradisi ini menunjukan seorang anak laki-laki siap menjadi pria yang bertanggung jawab.

Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025: Rayakan Semangat dengan Gaya Kekinian

Saat festival, seorang pemuda akan melompati batu besar setinggi 2,1 meter tebal 40 centimeter.

Dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa melompatinya.

Halaman:

Tags

Terkini