ragam

Unik dan Menariknya Wisata kuliner ke Ponthocho, Gang Senggol di Kyoto

Jumat, 30 Januari 2026 | 15:30 WIB
Bangunan di Pontocho, Kyoto, banyak yang terbuat dari kayu dengan lampion merah yang aestetik. (travelersuniverse.com)

Kabar BUMN - Kyoto punya hidden gem kuliner di jalan kecil, yaitu Pontocho.

Tempat ini sudah terkenal lama sebagai daerah kuliner dan sekarang semakin dikembangkan.

Pontocho diposisikan untuk tempat makan dan minum malam.

Di dalam pontocho terdapat beragam tempat makan tradisional dengan harga terjangkau.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Ikonik di Pattaya, Thailand yang Wajib Masuk Daftar Liburanmu

Sejak zaman Edo
Pontocho salah satu jalan kecil di sebelah barat Sungai Kamo. Terbentang dari Shijo-dori sampai Sanjo-dori.

Lorong kecil ini terbentuk sejak zaman Edo sekitar abad 16.

Pada masa itu sekitar Sungai Kamo dijadikan tempat perahu berlabuh di Kyoto, yang saat itu ibu kota Jepang.

Banyak orang yang mencari tempat singgah untuk makan atau minum teh.

Baca Juga: Kuliner Khas Pulau Lembata, Didominasi Hasil Laut dan Olahan Jagung

Sekitar abad 17 mulai berdiri tea house dan penginapan sederhana di pinggiran Sungai Kamo.

Lorong Pontocho di dekat sungai kecipratan untung. Pedagang ikut membuka kedai dan tea house.

Sekitar tahun 1859 dikeluarkan izin bagi para geisha untuk menghibur tamu di tea house di Pontocho.

Baca Juga: Pesona Pulau Lembata, NTT, yang Dianugerahi Pantai-pantai Memesona dan Budaya Berburu Paus yang Unik

Halaman:

Tags

Terkini