ragam

Telisik Sejarah Surat-menyurat di Museum Pos Indonesia, Bandung

Senin, 6 April 2026 | 11:30 WIB
Museum Pos menempati bangunan bergaya kolonial di Bandung. Lokasinya di jalan Cilaki no 73. (posindonesia.co.id)

Banyak koleksi penting dipamerkan di Museum Pos Indonesia. (Google/Den Sum)

Koleksi penting
Di masa lalu, banyak benda pos dan dokumentasi surat-surat penting tidak terawat.

Tepatnya pada masa perpindahan kekuasaan dari Belanda ke Jepang kemudian ke pemerintah Indonesia.

Baru di 1980 ada usaha untuk mendokumentasi dan merawat semuanya dalam satu museum.

Museum Pos Indonesia sendiri resmi dibuka pada 27 September 1983.

Baca Juga: Minim Modal, Maksimal Cuan: 7 Ide Bisnis Digital untuk Mahasiswa yang Hanya Modal Gadget

Banyak koleksi penting dipamerkan di museum.

Paling menarik sejumlah surat emas, surat dari raja-raja Nusantara pada Komando dan Jenderal Belanda.

Surat-surat ini menjadi saksi sejarah bagaimana raja di Nusantara berkomunikasi dengan penjajah Belanda.

Selain itu ada sejumlah surat emas yang dikirim raja pada Gubernur-Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata di Kebumen untuk Mengisi Momen Long Weekend Paskah, dari Pantai hingga Goa Eksotis

Dipajang pula beragam alat-alat penunjang sistem kerja pos dari zaman dulu sampai sekarang hingga patung replika. (indonesiakaya.com)

Benda pos
Di museum dipajang benda-benda pos, seperti kartu pos, perangko wesel, dan telegram juga.

Dipajang pula beragam alat-alat penunjang sistem kerja pos dari zaman dulu sampai sekarang.

Ada timbangan surat, sepeda petugas pos, dan baju dinas pegawai pos.

Baca Juga: Bandung Tembus 3 Besar Destinasi Asia 2026, Ini Alasan Wisatawan Kepincut

Halaman:

Tags

Terkini