ragam

Pahami Minuman Elektrolit, Minuman Penting untuk Para Pelari Jarak Jauh dan Intensitas Tinggi

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi. Minuman elektrolit disarankan untuk yang lari lebih dari 90 menit tanpa berhenti, terutama dengan intensitas tinggi. (Pexels/Ave Calvar Martinez )

Beberapa gejala kekurangan elektrolit diantaranya lemas, mudah lelah, sakit kepala, linglung, kesemutan hingga kebas.

Orang yang berolaraga berat dan menguras keringat, sering kali mengeluarkan cairan elektrolit lewat keringat dan urine.

Baca Juga: Bikin Makin Gerah, Hindari 5 Jenis Pakaian Ini Saat Cuaca Panas

Alami dan kemasan
Karena air putih tidak cukup, orang perlu menambahkan asupan elektrolit dengan minuman elektrolit.

Tujuannya untuk menggantikan cairan tubuh, menjaga tubuh terhidrasi, dan menyeimbangkan eletrolit yang terbuang.

Minuman elektrolit bisa didapatkan secara alami atau pun membeli dalam kemasan.

Baca Juga: Kenapa Tidak Disarankan Keramas Terlalu Sering? Ini Dampaknya untuk Rambut dan Kulit Kepala

Ilustrasi. Air kelapa salah satu sumber elektrolit yang alami.

Sumber yang alami seperti air kelapa, susu, yoghurt, dan kaldu tulang.

Bisa juga lewat makanan seperti bayam, alpukat, pisang, semangka, dan aneka acar.

Bila mau praktis bisa membeli minuman elektrolit yang sudah tersedia di pasaran.

Beberapa sudah mengandung mineral yang komplit seperti natrium, kalium, dan klorida.

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Melaka, Kota Surga Kuliner yang Sering Terlewatkan di Malaysia

Untuk pelari jarak jauh
Tidak semua pelari wajib mengonsumsi minuman elektrolit.

Ini disarankan untuk yang lari lebih dari 90 menit tanpa berhenti, terutama dengan intensitas tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini