ragam

Seni Kerajinan Bambu Turun-temurun di Desa Rejosari, Karangtengah, Demak, Telah Berlangsung 100 Tahun

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi. Kerajinan anyaman bambu dari Desa Rejosari, Karangtengah, Demak, mampu penuhi kebutuhan pasar luar negeri. (sigijateng.id)

Kabar BUMN - Lebih tua dari usia kemerdekaan Indonesia, warga Desa Rejosari telah 100 tahun menjadi perajin bambu.

Keahlian warga di desa di kecamatan Karangtengah, Demak, Jawa Tengah, ini berlangsung turun-temurun.

Setidaknya sekarang ada sekitar 150 warga yang menggantungkan hidupnya dari keahlian menganyam bambu.

Baca Juga: 5 Gejala Kolesterol Tinggi yang Wajib Diwaspadai, Sering Terjadi Usai Makan Daging Kurban

Sebagian besar “full-time” menjadi perajin bambu, sebagian lain menyambi dengan bertani dan lain-lain.

Beberapa perajin juga sudah ada yang tergolong lansia.

Mereka membuat kerajinan bambu di rumah masing-masing secara turun menurun.

Baca Juga: Kekayaan Kuliner Malaysia yang Berbahan Gula Aren, Kombinasi Rasa Gurih dan Manis

Beragam produk
Industri kerajinan bambu di Desa Rejosari mendapat dukungan penuh dari perangkat desa.

Seperti strategi penjualan, inovasi produk, dan penyediaan bahan baku bambu yang dibeli dari luar Demak.

Adapun bambu yang digunakan dari jenis bambu pring apus.

Biasanya para perajin akan mengambil bahan baku dan membayarnya bila hasil anyaman laku.

Baca Juga: Rekomendasi Resep Daging Kambing Kurban Tanpa Santan, Tetap Lezat dan Lebih Sehat

Produk yang dibuat sangat beragam, sesuai dengan permintaan pasar.

Halaman:

Tags

Terkini