3. Minuman Berkafein
Baca Juga: Lowongan Magang BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero) Wilayah 1 – Kota Bandung
Kopi, teh, dan minuman bersoda mengandung kafein yang bisa melemahkan otot sfingter esofagus bagian bawah.
Ketika otot ini melemah, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar dan ketidaknyamanan.
Selain itu, kafein juga bisa merangsang produksi asam lambung lebih banyak dari biasanya.
Baca Juga: 5 Restoran Indonesia di Luar Negeri, Rasa yang Autentik Kunci Kepopulerannya di Antara Warga Lokal
4. Makanan Berlemak dan Digoreng
Makanan tinggi lemak, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan produk susu tinggi lemak, bisa memperlambat proses pencernaan.
Akibatnya, tekanan dalam lambung meningkat dan meningkatkan kemungkinan asam lambung naik. Lemak juga dapat merangsang pelepasan hormon yang melemaskan sfingter esofagus, sehingga memperparah gejala GERD.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman untuk Idulfitri 2025 di Banjarmasin
5. Cokelat
Cokelat mengandung theobromine, senyawa yang bisa menyebabkan otot sfingter esofagus bagian bawah menjadi lebih rileks. Hal ini meningkatkan kemungkinan asam lambung naik ke kerongkongan.
Selain itu, cokelat juga mengandung kafein dan lemak, dua faktor lain yang bisa memperparah gejala asam lambung.
Baca Juga: Lawatan ke Banjarmasin, Menteri Bahlil Pastikan Listrik PLN Aman Layani Idulfitri
6. Alkohol
Artikel Terkait
6 Kuliner Dubai, Mudah Sekali Menemukan Makanan Timur Tengah dengan Kemewahan Sultan
Hati-Hati! Ini 5 Makanan yang Wajib Dihindari Saat Puasa Agar Kolesterol Tidak Naik
Mengenal Makna Sebenarnya dari Istilah Takjil, Benarkah Makanan Berbuka?
Banyak Makan Makanan Manis di Bulan Ramadan? Jangan Lupa Cek Gula Darah!
Tips Membawa Makanan dalam Pesawat Agar Tidak Ditolak Masuk Atau Mengganggu Penumpang Lain