Sayurannya daun selada, tomat, timun, kentang, telur rebus, dan apel.
Sering juga ditambahkan dengan sayur dan buah tropis seperti nanas dan buncis.
Untuk dressing, bumbunya margarin, mayonaise, garam, cuka, pala dan merica bubuk.
Selain jadi favorit Kartini, selad husar juga merupakan menu favorit Sultan Hamengkubuwono VIII.
Baca Juga: Manfaatkan FABA, PLN Berhasil Tuntaskan Pembangunan Masjid di Jepara
3. Nasi liwet ayam
Nasi liwet dibuat dari nasi yang dimasak dengan beragam bumbu.
Mulai sereh, daun salam, daun jeruk, cabai hijau, cabai rawit, dan bawang merah, ditambah teri dan petai.
Dalam buku disebutkan, Kartini suka menikmati nasi liwet bersama suwiran ayam, sayur labu siam, dan opor.
Nasi liwet dihidangkan dalam pincuk sehingga menghasilkan aroma yang harum.
Baca Juga: 5 Makanan Khas Jepara yang Tak Boleh di Skip, Bisa Untuk Oleh-oleh Juga
4. Sup pangsit Jepara
Sup pangsit Jepara merupakan kuliner lokal yang dipengaruhi kuliner Tionghoa dan Belanda.
Roladenya mendapat inspirasi dari Belanda sementara supnya dari Tionghoa.
Meskipun namanya sup pangsit tapi penampakannya lebih mirip rolade udang yang sudah dipotong-potong.
Artikel Terkait
Bukan Hanya Sate Padang, Ini Sate Asal Sumatra yang Khas dengan Rempahnya
5 Kuliner Khas Depok, Nomor Terakhir Sepertinya Sulit Didapati di Kota Lain
5 Kuliner Khas Cilacap, Rasanya Berbeda dengan Daerah Lain
Jajanan Tradisional Khas Cirebon yang Lebih Mudah Kalau Carinya di Pasar Kanoman
Sekarang Banyak Dicari Orang, Siapa Sangka Kuliner khas Yogyakarta Ini Dulu Dianggap Ndeso