Kotak kemudian ditekan sampai isinya menempel dengan baik dan baru dipotong-potong.
Baca Juga: Melipir Sedikit ke Pinggir Tokyo, Ini Daerah Pegunungan untuk Wisata Alam di Jepang
Dalam satu kotak sushi, sering kali menggunakan lebih dari satu topping. Bisa 2-4 jenis.
Tatanannya diatur sedemikian rupa sehingga ketika sudah dipotong terlihat aestetik.
Karena ini hidangan untuk raja dan bangsawan, proses persiapannya rata-rata membutuhkan waktu 2 hari.
Baca Juga: Berbeda dengan Sushi dan Ramen, Tidak Semua Orang Jepang Menyukai Horumon, Apalagi Orang Asing
Bahan premium
Karena ini hidangan untuk bangsawan, bahan bakunya pun tidak bisa sembarang.
Semua yang dipilih merupakan bahan premium dan menyesuaikan dengan musim.
Paling sering digunakan ikan makarel kuda (disebut juga ikan layang benggol) dan ikan makarel.
Di musim tertentu ikan kurisi dan belut laut. Divariasikan dengan tamago (telur omelet), jamur, dan udang.
Baca Juga: Liburan ke Jepang? Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Coba Sake!
Rasanya lebih manis
Keunikan Kansai-style sushi, rasanya yang lebih manis dari edomae sushi di Tokyo.
Ini karena nasi sushi menggunakan kombu-dashi, mirin gula, lalu didiamkan sampai semua bumbunya meresap.
Tekstur nasi sushi pada Kansai-style juga tidak selembab edomae style karena penggunaan wadah kayu.
Sementara edomae model nasinya dibentuk dari kepalan tangan sehingga perlu tekstur nasi yang sedikit lembab.***
Artikel Terkait
Sudah Bolak-balik Makan, Tapi Masih Suka Tengak-tengok Tidak Percaya Diri, Ini Etika Makan Sushi ala Masyarakat Jepang
5 Restoran Sushi Berkualitas dan Murah di Tokyo, Rasanya Autentik Tanpa Harus Menguras Kantong
Toyosu Market, Surga Terbaru Berburu Sushi dan Sashimi di Tokyo, Jepang, Setelah Tsukiji Market
Edomae Sushi, Sushi yang Tidak Dapat Ditemukan di Indonesia, Karena Cuma Ada di Tokyo
3 Pasar Ikan di Jepang yang Direkomendasikan untuk Menikmati Sushi Segar Harga Pasar
4 Jenis Sushi yang Awalnya Hanya Disajikan di Jepang dan Perlahan-lahan Mendunia