Makin Sulit Ditemukan di Jepang, Kansai Style Sushi Dulu Hanya Diperuntukkan Bagi Keluarga Kerajaan dan Bangasawan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 11 Juli 2025 | 15:30 WIB
Sushi tidak dibuat dengan mengepalkan tangan tapi dimasukkan dalam osibako atau kotak kayu. Jenis sushinya dinamakan hakozushi. (fun-japan.jp)
Sushi tidak dibuat dengan mengepalkan tangan tapi dimasukkan dalam osibako atau kotak kayu. Jenis sushinya dinamakan hakozushi. (fun-japan.jp)

Kotak kemudian ditekan sampai isinya menempel dengan baik dan baru dipotong-potong.

Baca Juga: Melipir Sedikit ke Pinggir Tokyo, Ini Daerah Pegunungan untuk Wisata Alam di Jepang

Dalam satu kotak sushi, sering kali menggunakan lebih dari satu topping. Bisa 2-4 jenis.

Tatanannya diatur sedemikian rupa sehingga ketika sudah dipotong terlihat aestetik.

Karena ini hidangan untuk raja dan bangsawan, proses persiapannya rata-rata membutuhkan waktu 2 hari.

Baca Juga: Berbeda dengan Sushi dan Ramen, Tidak Semua Orang Jepang Menyukai Horumon, Apalagi Orang Asing

Bahan premium
Karena ini hidangan untuk bangsawan, bahan bakunya pun tidak bisa sembarang.

Semua yang dipilih merupakan bahan premium dan menyesuaikan dengan musim.

Paling sering digunakan ikan makarel kuda (disebut juga ikan layang benggol) dan ikan makarel.

Di musim tertentu ikan kurisi dan belut laut. Divariasikan dengan tamago (telur omelet), jamur, dan udang.

Baca Juga: Liburan ke Jepang? Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Coba Sake!

Rasanya lebih manis
Keunikan Kansai-style sushi, rasanya yang lebih manis dari edomae sushi di Tokyo.

Ini karena nasi sushi menggunakan kombu-dashi, mirin gula, lalu didiamkan sampai semua bumbunya meresap.

Tekstur nasi sushi pada Kansai-style juga tidak selembab edomae style karena penggunaan wadah kayu.

Sementara edomae model nasinya dibentuk dari kepalan tangan sehingga perlu tekstur nasi yang sedikit lembab.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: sushiuniversity.jp

Tags

Artikel Terkait

Terkini