Kabar BUMN - Kuliner Jawa punya beragam jenis bubur atau jenang.
Kebanyakan bubur yang populer yang rasanya manis, seperti sumsum, ketan hitam, atau sagu mutiara.
Tak berarti yang gurih tidak lezat dan nikmat, karena sering jadi pilihan sarapan masyarakat Jawa.
Ada pula bubur di Pulau Jawa yang disajikan pada momen atau perayaan khusus saja.
Baca Juga: Harga Tiket Terbaru Keraton Ratu Boko 2025: Mulai Rp20 Ribu, Jelajah Situs Bersejarah di Atas Bukit
1. Bubur Suro
Sesuai namanya, bubur ini dihidangkan pada perayaan 1 Suro di Jawa.
Bubur dibuat dari beras yang dimasak dengan santan dibumbui rempah jahe dan serai.
Dinikmatinya dengan telur rebus, abon, kacang kedelai goreng, serundeng, tempe kering dan banyak lagi.
Bubur ini punya makna ucapan syukur dan memohon keselamatan untuk tahun yang akan datang.
Baca Juga: Berbeda dengan Hotel dan Hostel, Homestay Punya Konsep dan Aturan Tersendiri, Ini Singkatnya
2. Bubur lethok
Bubur lethok terbuat dari beras yang dimasak dengan santan. Bubur disajikan dengan kuah lethok.
Kuah lethok terbuat tempe bosok yang sudah dihancurkan dibumbui bawang, ketumbar, kencur dan cabai.
Cita rasa bubur yang populer di daerah Klaten, Jawa Tengah, ini gurih dan sangat berkuah.
Bubur lethok sering dijadikan menu sarapan atau tengah malam.
Artikel Terkait
5 Bubur Ayam Terenak di Kota Solo, Kamu Wajib Cobain!
Jadi Menu Favorit Ketika Sarapan, Bubur Ayam Sudah Ada Jauh Sebelum Masehi, Simak Sejarahnya
Sajian Bubur Manis Khas Indonesia, Semangkuk Saja Cukup untuk Sempurnakan Hari Santai di Akhir Pekan
Mengenal 5 Jenis Bubur Khas Nusantara yang Paling Populer dengan Rasa Gurih hingga Manis
Beragam Jenis Bubur dari Sumatra, dari yang Manis sampai yang Gurih Semuanya Lezat
6 Bubur Manis Khas Indonesia, Sering Dikonsumsi untuk Sarapan atau Pengganjal Perut di Sore Hari