Baca Juga: Restoran Tua di Singapura yang Usianya Lebih Tua dari Negara-Kota Tersebut
3. Bubur lodeh
Menu ini sudah ada sejak zaman Panembahan Bodho, murid Sunan Kalijaga.
Pertama kali dibuat di Masjid Kauman, Bantul, sekitar abad 16.
Bubur lodeh terbuat dari bubur yang dimasak dengan santan. Saat disajikan disiram sayur lodeh.
Bubur yang menjadi simbol kebersamaan ini sampai sekarang jadi menu berbuka di Masjid Kauman.
Baca Juga: Ranu Ronggojalu, Danau yang Konon ‘Dicetak’ Dua Bocah dalam Sekejap di Tengah Desa
4. Bubur lemu
Bubur ini mudah ditemukan di Solo dan Yogyakarta.
Bubur dibuat dari beras yang dimasak dengan santan. Teksturnya lembut menyerupai bubur sumsum.
Bubur disajikan dengan lauk sambal goreng kecek, opor ayam, telur, dan tempe kering.
Baca Juga: Sunyinya Pantai Cemongkak, Bali, Sering Luput dari Perhatian Karena “Menutup Diri”
Ada sedikit perbedaan cara penyajian antara bubur lemu Solo dan Yogyakarta.
Di Solo bubur dihidangkan dengan opor ayam atau telur.
Di Yogyakarta, bubur dilengkapi telur, tumis tempe pedas, dan tahu santan kuning. Kadang tambah gudeg.
Baca Juga: 4 Pemandian Air Panas di Sukabumi, Sumber Airnya Alami Kaya Akan Manfaat
Artikel Terkait
5 Bubur Ayam Terenak di Kota Solo, Kamu Wajib Cobain!
Jadi Menu Favorit Ketika Sarapan, Bubur Ayam Sudah Ada Jauh Sebelum Masehi, Simak Sejarahnya
Sajian Bubur Manis Khas Indonesia, Semangkuk Saja Cukup untuk Sempurnakan Hari Santai di Akhir Pekan
Mengenal 5 Jenis Bubur Khas Nusantara yang Paling Populer dengan Rasa Gurih hingga Manis
Beragam Jenis Bubur dari Sumatra, dari yang Manis sampai yang Gurih Semuanya Lezat
6 Bubur Manis Khas Indonesia, Sering Dikonsumsi untuk Sarapan atau Pengganjal Perut di Sore Hari